Komisi X: Pejabat di Daerah yang Mengurus Kebudayaan jangan Pejabat Buangan

Objek pemajuan kebudayaan meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, situs, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional.

Komisi X: Pejabat di Daerah yang Mengurus Kebudayaan jangan Pejabat Buangan
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Ferdiansyah saat menyampaikan kuliah umun di forum Kongres Kebudayaab Indonesia 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pejabat yang mengurusi kebudayaan di daerah jangan seorang pejabat buangan.
Ketua Panja UU Pemajuan Kebudayaan Komisi X DPR RI Ferdiansyah SE MM mengatakan itu dalam kuliah umum dengan topik Sejarah Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka Kongres Kebudayaan Indonesia, di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Baca: Jelang Pernikahan Ketiga Kali, Daus Mini Tunjukkan Mahar dan Souvenir

"Ini harus kita mintai komitmen di daerah, bahwa pejabat kebudayaan bukan pejabat buangan," ujar Ferdiansyah.

Ia meyebutkan terdapat enam pilar penyangga kebudayaan yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan media.

"Semua ini harus terpadu, terkoordinasi dan sinergi," ujar anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Baca: UPDATE - Pengumuman Peserta Lolos SKD CPNS 2018, Catat Lokasi Tes SKB 30 Lebih Instansi, Ini Linknya

Objek pemajuan kebudayaan meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, situs, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Komponen UU Pemajuan Kebudayaan meliputi perlindungan, pengembangan,
Pemanfaatan, dan pembinaan.

Baca: Milad GAM, Doa Bersama di Makam Tgk Ilyas Leube

Dalam kesempatan itu Ferdiansyah menjelaskan tentang sejarah lahirnya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.

Diawali dengan Kongres Kebudayaan pada 1918 di Suarakarta, yang ketika itu masih terbatas untuk kongres kebudayaan Jawa saja dan diikuti dengan beberapa kongres lainnya sampai kongres di era refornasi.

Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan ini mulai dibahas di DPR sejak 2014, tapi baru 2017 baru bisa diselesaikan.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved