Malik Maju Lagi

Malik Mahmud Al-Haythar menegaskan kembali mencalonkan diri sebagai Wali Nanggroe Aceh periode 2018-2023

Malik Maju Lagi
SERAMBI/M ANSHAR
WALI Nanggroe, Malik Mahmud berbicara dengan Wakil Ketua KPA Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak saat menghadiri peringatan Milad Ke-42 GAM di Kompleks Makam Tgk Chik Ditiro di Desa Meureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (4/12). 

* Klaim Banyak Persoalan Aceh belum Selesai

BANDA ACEH - Malik Mahmud Al-Haythar menegaskan kembali mencalonkan diri sebagai Wali Nanggroe Aceh periode 2018-2023. Kepastian itu ia sampaikan seusai acara Milad Ke-42 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di kompleks makam Dr Hasan di Tiro, di Kemukiman Meureue, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (4/12).

“Iya. Karena tugas saya belum selesai,” jawab Malik Mahmud yang kini menjabat Wali Nanggroe Aceh saat ditanya apa yang mendasarinya kembali mencalonkan diri.

Untuk diketahui, jabatan Wali Nanggroe Aceh yang sekarang akan berakhir pada 16 Desember 2018 dan untuk posisi Wali Nanggroe Aceh ke depan akan dipilih lagi secara demokrasi.

Mantan perdana menteri GAM ini menyatakan berniat maju kembali sebagai Wali Nanggroe karena merasa banyak persoalan Aceh yang belum selesai. “Saya yang memimpin perundingan, saya yang memutus segalanya, dan itu menjadi tanggung jawab saya untuk menyelesaikan apa yang belum selesai,” katanya.

Setelah semua persoalan tersebut selesai, lanjut Malik, maka jabatan Wali Nanggroe Aceh akan diserahkan kepada masyarakat Aceh yang dinilai layak. “Nanti sesudah semua persoalan itu selesai kita serahkan kepada orang Aceh yang lebih layak lagi,” ujar Ketua Juru Runding GAM di Helsinki, Finlandia, ini.

Khianati perjuangan
Saat menyampaikan sambutan pada acara milad GAM, Malik Mahmud sempat menyinggung isu pembubaran Lembaga Wali Nanggroe (LWN) yang disampaikan sejumlah lembaga dan personal pada beberapa waktu lalu. Menurutnya, orang yang menyampaikan isu tersebut tidak mengerti akan kepentingan Aceh.

“Jika ada golongan atau individu dan pihak-pihak tertentu yang menginginkan atau memiliki ide untuk pembubaran Lembaga Wali Nanggroe, kelompok ini adalah mereka yang tidak ingin Aceh bersatu, damai, dan bermartabat,” katanya di hadapan pengurus Partai Aceh dan Partai Nanggroe Aceh yang memperingati milad tersebut.

Menurut Malik, kelompok tersebut adalah golongan yang mengkhianati kepentingan rakyat Aceh, mengkhianati perjuangan para pejuang Aceh yang telah gugur, mengkhianati, dan mengangkangi Konstitusi Negara Republik Indonesia, dan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA).

Malik menyebutkan, berdasarkan Pasal 96 UUPA dijelaskan, LWN merupakan kepemimpinan adat sebagai pemersatu rakyat Aceh yang bersifat independen dan berwibawa. LWN bukan merupakan lembaga politik dan lembaga pemerintahan di Aceh.

“Lembaga ini wujud dari hasil perjuangan GAM untuk rakyat Aceh. Mereka tidak mengerti kepentingan Aceh. Jika anak bangsa tidak mengerti apa kepentingan bangsanya, ini fatal. Kita harus tahu apa kepentingan kita. Kepentingan kita sudah dicapai dalam perundingan, itu kepentingan kita yang harus kita jaga,” katanya.

Sebelumnya sempat menyeruak kritikan dari senator Aceh, Drs Ghazali Abbas Adan yang menyatakan, LWN tidak lagi diperlukan, setelah berpulangnya ke rahmatullah, Almukarram Dr Tgk Hasan Muhammad di Tiro pada 3 Juni 2010 di Banda Aceh.

Menurut Ghazali, adanya LWN merupakan semangat kebatinan dalam rangka memberi tempat terhormat kepada Hasan Tiro sebagai lanjutan pengabdiannya kepada rakyat Aceh yang ia cintai. Sejak berpulangnya Hasan Tiro delapan tahun lalu maka dengan sendirinya gugurlah semangat kebatinan itu.

Pakar Hukum dan Pengamat Politik Aceh, Mawardi Ismail MHum juga menyampaikan, publik sangat kecewa pada Wali Nanggroe saat ini karena selama lima tahun menjabat tak berperan apa-apa dan tidak menyelesaikan masalah apa pun yang sesuai tupoksinya.

Namun, wacana pembubaran LWN ditentang oleh DPRA dan Plt Gubernur Aceh yang mengatakan lembaga tersebut masih dibutuhkan di Aceh. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved