Plt Gubernur Luncurkan Pustaka Digital Aceh

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, secara resmi meluncurkan (launching) pustaka digital

Plt Gubernur Luncurkan Pustaka Digital Aceh
Humas Mubes III HUDA
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah 

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, secara resmi meluncurkan (launching) pustaka digital yang dinamakan iPustakaAceh, Senin (3/12) malam di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Pustaka digital yang didanai APBA ini merupakan prakarsa Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Aceh, Dr Wildan MPd.

Di depan sekitar 1.500 hadirin, Nova menyatakan, mewujudkan masyarakat Aceh yang carong (cerdas) dan meuadab (beradab) merupakan salah satu cita-cita Pemerintah Aceh di masa kepemimpinan Irwandi-Nova. Untuk itu, seluruh rakyat Aceh di semua kawasan, di gampong-gampong, dan di daerah terpencil wajib mendapatkan bahan bacaan bermutu, sebagaimana yang diperoleh penduduk Aceh yang berada di pusat-pusat perkotaan.

Pemerintah Aceh, menurut Nova, terus membangun berbagai prasarana dan sarana perpustakaan, memperbanyak pustaka cetak dan rekam, dan mulai Senin (3/5) malam meluncurkan pustaka digital. “Saya berharap, ke depan rakyat Aceh dapat menikmati bacaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka melalui teknologi informasi, melalui internet, melalui gadget atau handphone mereka. Rakyat Aceh bukanlah masyarakat yang gagap teknologi. Sebagian besar rakyat kita sudah melek IT. Oleh karena itu, sudah saatnya Pemerintah Aceh mulai menggalakkan pustaka digital,” kata Nova Iriansyah yang hadir bersama istrinya, Dr Dyah Erti Idawati MT dan Sekda Aceh, Drs Dermawan MM.

Dengan peluncuran iPustakaAceh itu, kata Plt Gubernur Aceh, maka satu dari sekian banyak tantangan era digital terjawab sudah oleh Dinas Aspus Aceh. “Semoga aplikasi ini mampu memberikan warna baru bagi masyarakat Aceh dalam memanfaatkan bacaan secara tepat guna dan berhasil guna. Terima kasih kepada Kadis Arpus dan jajarannya yang telah menghasilkan sesuatu yang kreatif dan inovatif dalam mencerdaskan rakyat Aceh,” ujar Nova.

Sementara itu, Kadis Arpus Aceh, Dr Wildan menyatakan, pelaksanaan pustaka digital itu sebagai bukti kesungguhan Pemerintah Aceh dalam menyelenggarakan pemerintahan berbasis IT, terutama dalam memasuki zaman digital yang ditandai dengan era revolusi industri 4.0.

“Pemerintah Aceh berkeinginan mengubah paradigma perpustakaan tradisional ke arah yang lebih modern. Kita memandang bahwa perpustakaan bukan hanya sebagai tempat koleksi bacaan, melainkan juga sebagai pusat aktivitas masyarakat dan interaksi komunitas literasi,” kata Wildan.

Menurutnya, perpustakaan Aceh saat ini memiliki 259.000 koleksi dan hanya dapat diakses oleh warga Aceh yang mungkin datang ke Banda Aceh. “Tapi ke depan, semua koleksi itu dapat hadir ke hadapan rakyat Aceh (diantar melalui pusling atau via dunia maya). Oleh karena itu, jika selama ini pustaka hanya buka pada hari-hari kerja, ke depan akan dapat diakses selama tujuh hari dan 24 jam,” kata Wildan.

Peluncuran iPustakaAceh itu disekaliguskan dengan Hari Kunjung Perpustakaan Tahun 2018. Acara itu dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Jasa Informasi dan Bahan Pustaka Perpusnas RI, Dra Ofy Sofiana MHum, Rektor Unsyiah, Rektor UIN Ar-Raniry, dan Rektor ISBI Aceh, serta Direktur Utama PT Aksaramaya Jakarta, Sulasmo yang menghibahkan aplikasi iPustakaAceh itu kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Arpus Aceh.

Di akhir acara, Ofy Sofiana MHum melakukan penyematan selempang kepada Raja Baca Aceh terpilih untuk tahun 2018, yakni Fakhrurrazi (Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry) dan Ratu Baca Aceh 2018, Rani Salsabila Effendi (Mahasiswa FMIPA Unsyiah). Sedangkan penyematan selempang kepada Duta Baca Aceh 2018, Maman Abdullah (Mahasiswa Fakultas Hukum Unsyiah), dilakukan oleh Kadis Arpus Aceh, Dr Wildan.

Di pengujung acara dilakukan penarikan undian dan pembagian doorprize bagi hadirin yang beruntung. Hadiah yang disediakan mulai dari ransel, jam dinding, kipas angin, smartphone, hingga laptop.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Jasa Informasi dan Bahan Pustaka Perputakaan Nasional (Perpusnas) RI, Dra Ofy Sofiana MHum menyatakan apresiasinya terhadap prakarsa Dinas Arpus Aceh me-launching pustaka digital pada Senin (3/12) malam di Kampus Unsyiah. “Ini langkah maju bagi gerakan literasi di Aceh, karena belum sampai lima provinsi di Indonesia yang memiliki pustaka digital. Jadi, Aceh belum terlambat untuk menyelenggarakan iPustaka ini,” kata Ofy Sofiana dalam talkshow literasi seusai launching iPustakaAceh yang dipandu Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika.

iPusnas yang dimaksud Ofy adalah aplikasi perpustakaan digital persembahan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Aksaramaya selaku penyedia aplikasi pustaka digital.

Ofy mengatakan, tahun depan iPustakaAceh akan terhubung (terlink) dengan iPusnas, sehingga ada jutaan judul buku koleksi iPusnas yang juga bisa dibaca oleh pemustaka digital di Aceh.

Selain Ofy Sofiana, narasumber talkshow itu adalah Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kadis Arpus Aceh Dr Wildan, dan Direktur Utama PT Aksaramaya, Sulasmo.

Menurut Sulasmo, ia tergerak menghibahkan aplikasi iPustaka itu kepada Pemerintah Aceh karena kunci sukses aplikasi ini adalah berkolaborasi dengan pihak lain, dalam hal ini Pemerintah Aceh. “Semakin berkolaborasi, kita semakin besar, semakin mudah mewujudkan cita-cita bersama,” katanya.(dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved