Mengenal Teknologi Self-Payment di Cina

PADA abad ke-19 terdapat gebrakan kecanggihan teknologi digital di Tiongkok yang diinisiasi oleh Jack Ma

Mengenal Teknologi Self-Payment di Cina
IST
NOVIANA DARUWATI KUSUMA ADI

OLEH NOVIANA DARUWATI KUSUMA ADI, warga Jawa Tengah, sedang belajar di Central South University, Changsha, Provinsi Hunan, melaporkan dari Tiongkok

PADA abad ke-19 terdapat gebrakan kecanggihan teknologi digital di Tiongkok yang diinisiasi oleh Jack Ma. Kemutakhiran teknologi di Tiongkok yang kian hari kian dapat dirasakan oleh berbagai elemen masyarakat dengan kegigihannya membangun perdagangan berbasis internet untuk menjembatani para pedagang kecil sampai besar tanpa modal yang sangat besar.

Inisiasi Jack Ma ini memudahkan pembeli dan penjual dalam bertransaksi dengan menggunakan internet. Taobao, Tmall, dan JD merupakan inisiasi pertama yang berhasil merajalela keberadaannya dan meluas ke masyarakat Tiongkok hingga ke Indonesia dan ke negara lainnya. Peruntukan dan penggunaannya pun tidaklah sulit. Hanya bermodalkan internet maka kebutuhan sehari-hari mudah didapatkan dan harganya pun relatif lebih murah dibandingkan jika kita belanja ke tokonya langsung.

Teknologi ini terbagi menjadi tiga jenis, mulai dari uang tunai, internet, maupun dengan kartu. Di universitas-universitas Cina juga telah mengikuti perkembangan zaman. Misalnya, di Central South University, keberadaan kartu pelajar, selain dapat diindikasikan sebagai identitas pelajar, juga dapat dipergunakan sebagai e-money. E-money ini juga multifungsi, mulai dapat dipergunakan untuk pembayaran makan di kantin, belanja di supermarket di dalam sekolah, mengaktifkan listrik saat ingin memasak di dapur umum asrama, memakai air panas di kamar mandi, membuka pintu kamar (ataupun gerbang asrama), dan laundry pakaian. Juga dapat digunakan untuk urusan pinjam-meminjam buku di perpustakaan dan dapat menyalakan LCD maupun komputer di dalam kelas.

Berbeda halnya di kampus lainnya, seperti Hunan University, selain kartu pelajar sebagai e-money juga smartphone dapat dipergunakan untuk keperluan di dalam sekolah. Laundry pakaian bahkan dapat dilakukan menggunakan smartphone. Prosesnya cukup mudah, yakni mempunyai balance (deposit uang) di Wechat Pay, kemudian dipindai barcode mesin cuci yang akan dipergunakan maka sekitar 30-45 menit pakaian yang dicuci oleh mesin cuci yang sedang dipergunakan itu memperoleh pemberitahuan melalui smartphone dengan bunyi bahwa pakaian yang dicuci telah selesai dicuci. Pembelian air minum di sini juga telah menggunakan kartu pelajar, per 3 liter dihargai 1,5 yuan (kurs BCA per 2 Desember 2018 sekitar Rp 2.127). Ketika hendak menambah daya energi (charger) sepeda motor elektrik, kartu pelajar ini juga dapat digunakan, asalkan ada deposit uang di dalamnya.

Di Hunan University bahkan untuk pinjam-meminjam buku di perpustakaan telah diterapkan dengan menggunakan kartu pelajar dan scan wajah. Jadi, tidak setiap orang dapat menggunakan kartu pelajar secara sembarangan untuk keperluan pinjam-meminjam buku.

Keunikan-keunikan teknologi yang kian berkembang di Negeri Panda ini makin dirasakan oleh tiap mahasiswa dari berbagai belahan dunia yang sedang menempuh pendidikan di sini. Pemerintah Tiongkok memberikan fasilitas sepeda onthel kepada warganya untuk bisa ditunggangi di kala perjalanan ingin ditempuh lebih cepat dibandingkan dengan berjalan kaki.

Dari sudut jalan perkampusan menuju berbagai jalan raya hingga di bawah jembatan dapat dengan mudah ditemukan keberadaan sepeda ontel. Bagi yang ingin menghendaki menggunakan sepeda ontel ini lagi-lagi harus mengoperasikan ponsel pintarnya dan internet yang dimilikinya dengan memindai barcode yang menempel pada sepeda ontel tersebut. Masing-masing sepeda memiliki harga yang bervariasi, mulai dari 1 yuan hingga 2 yuan, bergantung pada merek sepeda yang ingin dinaikinya dan ada yang berdurasi, ada pula yang tidak menggunakan durasi pemakaiannya.

Jika tak tertarik sepeda ontel, penumpang kereta bawah tanah (subway/ MRT) dan bus juga dapat memanfaatkan teknologi yang ada. Mulai dari teknologi sederhana hingga modern. Teknologi sederhana yang dimaksud adalah menggunakan uang tunai sebagai pembayarannya. Teknologi modern dapat dipergunakan mulai dari menggunakan kartu hingga pada aplikasi transportasi. Untuk perjalanan dekat, dikenakan biaya 2 yuan dengan menggunakan uang tunai. Apabila menggunakan kartu, maka biayanya sebesar 1,6 yuan diambil dari balance yang ada di dalam kartu transportasi tersebut. Bahkan warga tua Tiongkok yang sudah renta, dibebaskan pembayarannya, asalkan menggunakan kartu khusus usia lanjut.

Kartu transportasi ini dual fungsi, untuk transportasi bus dan MRT. Tapi, jasa moda MRT tak dapat langsung dibayar dengan uang tunai. Uang haruslah diubah dulu ke dalam bentuk koin yang telah disediakan. Kita harus menuju ke counter mesin pembelian dengan mengeklik tujuan yang akan dituju, kemudian muncullah nominal yang harus dibayarkan dan memasukkan uang tersebut ke mesin, tunggu beberapa saat maka koin dan uang kembalian tersebut akan keluar.

Bicara teknologi di Negeri Tirai Bambu ini maka tidaklah boleh melupakan keberadaan aplikasi Wechat dan Alipay karena kedua aplikasi tersebut sangat sering dipergunakan saat bertransaksi segala bentuk. Misalnya, saat ingin makan di kantin dan kebetulan e-money dalam kartu pelajar habis maka bisa dilakukan pembayaran dengan memindai barcode Wechat Pay atau Alipay yang disediakan kantin tersebut. Namun, untuk menggunakan Wechat Pay dan Alipay harus sudah terhubung dengan kartu bank yang ada di mainland Cina, tidak bisa dihubungkan dengan kartu bank dari negara lain.

Bagi kebanyakan individu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kadangkala diperlukan pergi ke pasar atau supermarket untuk belanja. Saya kaget saat berada di kasir supermarket di Changsha. Pembeli pun bisa merangkap sebagai petugas kasir karena barang-barang yang dibelinya dapat dihitung sendiri dengan mesin sensor barcode yang diarahkan pada barcode barang yang dibelinya. Setelah semua barang yang dibelinya sudah ter-scan maka akan muncul total nominal yang harus dibayar oleh pembeli. Pembayarannya sangat mudah, hanya memindai barcode Wechat Pay atau Alipay yang disediakan supermarket tersebut. Setelah semua transaksi berhasil dilakukan maka pembeli bisa membawa barang belanjaan pulang. Mungkin dari kebanyakan kita akan bertanya, bagaimana jika kita tidak men-scan semua barang belanjaan kita? Ya, itu bisa terjadi. Namun, perlu diketahui bahwa di bawah dan di atas mesin scan barang tersebut ada CCTV yang selalu online dan memantau aktivitas pengunjung dan pembeli di supermarket tersebut sehingga jika pembeli berusaha untuk tidak jujur maka akan dapat dengan mudah diketahui, sebab CCTV di Cina telah terhubung satu dengan yang lainnya hingga ke pusatnya.

Saya pernah tanyakan aneka teknologi ini kepada guru dan ia menjawab bahwasannya Tiongkok tak pernah memberikan ilmu secara teknikal, tetapi menawarkan dan menyediakan ilmu pengetahuan yang berbasis keterampilan yang mumpuni. Secara rasional dan logika hal itu memang benar adanya.

Oleh sebab itu, petiklah ilmu sekecil apa pun saat kita merantau maka keunikan-keunikan pada daerah tersebut akan kita temui, bukan justru untuk dienyahkan. Jadikanlah ia pelajaran bahwa masing-masing dari personal, wilayah, dan negeri mempunyai karakteristik sendiri-sendiri yang dapat kita olah dan kembangkan lagi ilmunya di kemudian hari.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved