Para Pelajar yang Bertaruh Nyawa Untuk Sampai ke Sekolah 

Sejumlah siswa bahkan memilih bertelanjang dada sambil sambil memegang seragam mereka

Para Pelajar yang Bertaruh Nyawa Untuk Sampai ke Sekolah 
(KOMPAS.com)
Siswa di Polewali Mandar sulawesi barat nekad menantang arus sungai yang deras sambil telanjang dada demi mengikuti ujian semeters tepat waktu. 

Siswa di desa ini pada umumnya sekolah berdasarkan situasi cuaca.

Saat arus deras atau sungai meluap, mereka terpaksa tidak sekolah, bahkan bisa berlangsung berhari-hari.

Mereka baru bisa sekolah kembali saat sungai surut.

Baca: Defisit APBN 2018 Hingga November Sebesar Rp 287,9 Triliun

Nursafika, siswi SMP Negeri Pasang ini mengaku, setiap hari dia harus bongkar pasang seragam di bibir sungai sebelum dan pulang sekolah.

Saat sungai meluap, Safika kerap tak sekolah berhari-hari karena tak ada jalan alternatif yang dekat.

“Kadang tidak sekolah kalau sungai meluap karena membahayakan. Mudah-mudahan dibangun jembatan biar tidak lagi menyeberang (sungai) dan bisa sampai ke sekolah lebih cepat,” kata Safika.

Baca: Sang Ayah Jalan Kaki Tiga Jam ke Rumah Sakit Bawa Bayinya yang Kelaparan, Namun Si Bayi Meninggal

Agar aman dan bisa saling berpegangan, terutama saat arus deras, para siswa memilih berangkat ke sekolah sambil berkelompok menyeberangi sungai.

Situasi yang miris tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

Para siswa memilih menyeberangi sungai ketimbang harus berjalan kaki sambil memutar lebih dari tiga kilomter jika melalui jalur lain.

Baca: Rupiah Mata Uang Dengan Pelemahan Terburuk di Asia, Ini Faktornya Menurut Para Analis

Meski keselamatan jadi taruhan, namun para siswa-siswi di desa ini tampak tetap semangat dan antusias berangkat ke sekolah demi meraih cita-citanya.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved