PBSI Aceh Kirim Wasit Ikut Pelatihan Tingkat Nasional

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh akan mengirimkan

PBSI Aceh Kirim Wasit Ikut Pelatihan Tingkat Nasional
IST
KETUA Pengprov PBSI Aceh, Nahrawi Noerdin (dua kiri), menyerahkan secara simbolis sertifikat wasit bulutangkis kepada perwakilan peserta pelatihan di Sei Hotel, Banda Aceh 

BANDA ACEH - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh akan mengirimkan peserta ke pelatihan wasit bulutangkis tingkat nasional yang berlangsung di Kompleks Pelatnas Bulutangkis Cipayung, Jakarta Timur, 16-22 Desember mendatang.

Ketua Pengprov PBSI Aceh, H Nahrawi Noerdin, kemarin, mengatakan, pengiriman wasit Aceh ke pelatihan tingkat nasional itu merupakan tindak lanjut dari pelatihan wasit daerah yang digelar November lalu di Banda Aceh. “Langkah ini merupakan bentuk apresiasi kita kepada peserta pelatihan yang meraih nilai terbaik dalam ujian wasit daerah akhir November lalu,” ujarnya.

Wasit terbaik dari Aceh itu, menurut Nahrawi, berkesempatan dilatih dan diuji langsung pada Kejurnas Bulutangkis, 18 Desember mendatang. “Jika lulus, maka Aceh akan memiliki seorang lagi wasit level nasional,” kata Nahrawi yang akrab disapa Awi ini.

Sejak belasan tahun lalu, menurut Awi, Aceh hanya memiliki seorang wasit bulutangkis yang bersertifikat nasional. “Sekarang pun beliau sudah tidak muda lagi. Karena itu, tentu butuh regenerasi. Makanya, kita berharap kepada peserta yang kita kirimkan dan mendapat kesempatan diuji di tingkat nasional ini bisa menjadi penerus kiprah wasit bulutangkis asal Aceh di level nasional,” ungkap Nahrawi.

Berdasarkan data yang diperoleh Serambi dari Sekretariat Pengprov PBSI Aceh, dari 28 peserta pelatihan dan ujian wasit bulutangkis daerah yang dilaksanakan PBSI Aceh bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada akhir November lalu, hanya 14 orang (50%) yang dinyatakan lulus dan mendapat sertifikat sebagai wasit resmi bulutangkis daerah. Peringkat tertinggi dari hasil ujian wasit tersebut diraih Muhammad Iqbal (26 tahun) asal Langsa dan Azad Mulki (33 tahun) asal Bireuen yang masing-masing memiliki skor sama yaitu 85.

Karena satu provinsi hanya mendapat jatah seorang peserta untuk peserta pelatihan tingkat nasional, sambung Nahrawi, akibat faktor usia yang lebih muda mengantarkan Muhammad Iqbal asal Langsa menjadi utusan Aceh ke pelatihan tingkat nasional.

“Kita ingin mengirimkan keduanya. Tapi, karena jatah hanya satu orang, maka kita kirim yang lebih muda. Sehingga peluang yang bersangkutan untuk naik ke pelatihan dan ujian level berikutnya hingga tingkat asia dan dunia masih cukup terbuka. Jika harapan tersebut terwujud, tentu akan menjadi kebanggaan bagi Aceh. Karena itu, kami mohon doa dan dukungan dari seluruh rakyat Aceh untuk kesuksesan saudara Muhammad Iqbal di pelatihan wasit bulutangkis tingkat nasional kali ini,” tutup Nahrawi.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved