Tafakur

Politik Adu Domba

Nabi Muhammad SAW senantiasa menanam benih-benih perdamaian dalam masyarakat pada masanya

Politik Adu Domba

Oleh Jarjani Usman

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad SAW senantiasa menanam benih-benih perdamaian dalam masyarakat pada masanya, dan diwajibkan untuk melanjutkannya. Apalagi damai dengan sesama termasuk modal besar untuk membangun umat yang lebih baik. Namun sayangnya, untuk meraup keuntungan politis, ada orang yang menanam benih-benih kebencian di kalangan umat dengan cara mengadu domba. Padahal perbuatan adu domba sangat tercela dan akan diberikan siksaan berat.

Beratnya siksaan terhadap siapa saja yang gemar mengadu domba dapat disimak dalam hadits. Dikisahkan bahwa suatu ketika Rasul melewati dua kuburan. Beliau mengatakan: “Ketahuilah, sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Dan mereka berdua disiksa bukan karena sesuatu yang besar. Adapun salah seorang di antara mereka disiksa karena suka mengadu-domba, sedangkan yang lainnya disiksa karena tidak menjaga dirinya dari kencingnya.” Kemudian beliau meminta pelepah kurma basah, lalu dibelahnya jadi dua. Lalu beliau menanam salah satunya pada kubur yang pertama dan yang satu lagi pada kubur yang kedua. Kemudian beliau bersabda, “Semoga siksa keduanya diringankan selama kedua pelepah ini belum kering” (HR. Bukhari & Muslim).

Beratnya siksaan akibat dosa adu domba sangat beralasan. Adu domba bukan hanya memutuskan hubungan silaturrahim dengan sesama, tetapi juga menimbulkan berbagai malapetaka lain yang dahsyat. Bila sudah terhasut, emosi akan tak terkontrol lagi. Bunuh-membunuh dengan sesama pun bisa terjadi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved