Praktik Jual Beli Blangko E-KTP Bebas di Pasar Online, KPU Sebut Berbahaya untuk Pemilu

KPU menyebut, praktik jual beli blangko e-KTP berbahaya. Sebab, blangko e-KTP yang diperjualbelikan rawan untuk disalahgunaka

Praktik Jual Beli Blangko E-KTP Bebas di Pasar Online, KPU Sebut Berbahaya untuk Pemilu
KOMPAS.Com/Fitria Chusna Farisa
Ketua Komisioner KPU Arief Budiman (KOMPAS.Com/Fitria Chusna Farisa) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut, praktik jual beli blangko e-KTP berbahaya.

Sebab, blangko e-KTP yang diperjualbelikan rawan untuk disalahgunakan.

Apalagi, Pemilu 2019 tidak lama lagi digelar.

Ketua KPU Arief Budiman meminta seluruh pihak mendukung pemberantasan praktik jual beli e-KTP dan hal-hal ilegal serupa.

Hal ini penting untuk menjamin keamanan administrasi warga negara jelang pemilu.

"Jangan ngurus yang ilegal-ilegal gitu. Jadi semua harus mendukung, ada KPU, ada Kemendagri, ada Bawaslu, termasuk ada pemilih.Jangan gunakan lagi yang nggak bener, nggak bener gitu," kata Arief di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Menegaskan pernyataan Arief, Komisioner KPU Viryan Azis meminta supaya pemerintah dan aparat keamanan mengusut tuntas praktik jual beli blangko e-KTP.

Sebab, jika hal itu terjadi kembali, maka akan mengganggu keberlangsungan Pemilu yang jujur dan adil.

Viryan menyebut, masih banyak waktu hingga hari pemungutan suara digelar 17 April 2019.

Jaminan validitas e-KTP harus menjadi perhatian semua pihak.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved