Sang Ayah Jalan Kaki Tiga Jam ke Rumah Sakit Bawa Bayinya yang Kelaparan, Namun Si Bayi Meninggal

Seorang ayah di Yaman berjalan kaki selama lebih dari tiga jam demi membawa bayinya yang mengalami malnutrisi ke rumah sakit.

Sang Ayah Jalan Kaki Tiga Jam ke Rumah Sakit Bawa Bayinya yang Kelaparan, Namun Si Bayi Meninggal
ALARABY TV
Abdo Shooi menggendong bayinya, Aqeel, yang kelaparan ke rumah sakit dengan berjalan kaki lebih dari tiga jam.(ALARABY TV) 

Kabar duka itu tidak dapat langsung diterima Shoo'i yang sempat tampak kebingungan dengan penjelasan dokter bahwa putranya telah meninggal.

Bayi Aqeel bukan satu-satunya anak yang menjadi korban peperangan di Yaman yang mungkin telah meninggal karena kelaparan maupun penyakit, sejak pecahnya perang sipil pada 2015.

Data dari organisasi Save the Children yang dirilis bulan lalu menyebut, nyawa sekitar 85.000 anak-anak berusia di bawah 5 tahun di Yaman terancam kelaparan dan penyakit.

Organisasi internasional itu menyampaikan perkiraan sederhana itu didasarkan pada tingkat kematian rata-rata akibat malnutrisi parah.

"Untuk setiap anak yang terbunuh akibat bom dan peluru, puluhan lainnya mati kelaparan dan hal itu sepenuhnya bisa dicegah."

"Anak-anak yang meninggal akibat kelaparan akan sangat menderita," kata Tamer Kirolos, direktur Save the Children di Yaman.

Baca: Sebagian Anak Jalanan yang Diamankan di Aceh Tamiang Berasal dari Jawa Tengah dan Sumut

Baca: Dewan Pidie Kecewa terkait Lambannya Pengajuan RAPBK 2019, Sekda Sebut Sudah Jalankan Semua Tahapan

Perang Bikin 85.000 Anak di Yaman Tewas Kelaparan

Sebanyak 85.000 balita di Yaman meninggal dunia akibat kelaparan dan penyakit, sejak perang mulai pecah di negara tersebut pada 2015.

Demikian laporan dari organisasi kemanusiaan Save the Children pada Rabu (21/11/2018), seperti diwartakan AFP.

Perkiraan tersebut berdasarkan data yang dikompilasi dari PBB, yang sebelumnya pernah memperingatkan bahwa lebih dari 14 juta orang di Yaman berisiko kelaparan.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved