Sang Ayah Jalan Kaki Tiga Jam ke Rumah Sakit Bawa Bayinya yang Kelaparan, Namun Si Bayi Meninggal

Seorang ayah di Yaman berjalan kaki selama lebih dari tiga jam demi membawa bayinya yang mengalami malnutrisi ke rumah sakit.

Sang Ayah Jalan Kaki Tiga Jam ke Rumah Sakit Bawa Bayinya yang Kelaparan, Namun Si Bayi Meninggal
ALARABY TV
Abdo Shooi menggendong bayinya, Aqeel, yang kelaparan ke rumah sakit dengan berjalan kaki lebih dari tiga jam.(ALARABY TV) 

"Untuk setiap anak terbunuh oleh bom dan peluru, ada belasan lainnya yang kelaparan sampai meninggal dan itu sebenarnya bisa dicegah," ucap Tamer Kirolos, direktur Save the Children di Yaman.

 "Anak-anak yang meninggal karena fungsi organ vital mereka menurun dan berhenti," tuturnya.

"Sistem kekebalan mereka sangat lemah, mereka mudah mendapat infeksi dengan beberapa yang lemah bahkan untuk menangis," imbuhnya.

Dia mengatakan, para orangtua harus menyaksikan anak-anak mereka kesakitan, tanpa bisa melakukan apa pun.

Pelabuhan Hodeida, yang merupakan pintu masuk dari 80 persen makanan impor dan bantuan ke Yaman, telah diblokade oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.

Save the Children terpaksa membawa pasokan untuk bagian utara negara itu melalui pelabuhan selatan Aden, secara signifikan memperlambat pengiriman bantuan.

Lembaga tersebut juga melaporkan peningkatan dramatis serangan udara di kota medan perang Hodeida.

"Dalam beberapa pekan terakhir, ada ratusan serangan udara dan sekitar Hodeida sehingga membahayakan kehidupan sekitar 150.000 anak yang masih terjebak," ucap Kirolos.

Save the Children menyerukan agar ada tindakan untuk mengakhiri pertempuran agar tidak ada lagi nyawa yang melayang.

Seruan tersebut datang ketika utusan PBB Martin Griffiths bersiap untuk mengadakan pembicaraan dengan para pemberontak di Sana'a selama kunjungan untuk perundingan perdamaian di Swedia.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved