Jalan Nasional di Tangse Putus Lagi

Jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Pidie dan Aceh Barat, tepatnya di kawasan Gampong Blang Bungong

Jalan Nasional di Tangse Putus Lagi
IST
KONDISI jalan nasional Pidie-Aceh Barat di kawasan Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Pidie, yang putus akibat dihantam banjir, Rabu (5/12) malam. Foto direkam kemarin. 

SIGLI - Jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Pidie dan Aceh Barat, tepatnya di kawasan Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Pidie, Rabu (5/12) sekitar pukul 19.00 WIB, putus kembali diterjang banjir akibat derasnya arus Krueng Balee. Eksesnya, transportasi antardua kabupaten itu lumpuh total. Padahal, jalan nasional tersebut sedang dalam penanganan darurat oleh Balai Jalan Nasional Aceh akibat dihantam banjir 16 November lalu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, kepada Serambi, Kamis (6/12), mengatakan, ini adalah kali ketiga jalan nasional di Km 42 kawasan Tangse itu putus akibat banjir. Sehingga, menurutnya, kini arus transportasi dari Pidie ke Aceh Barat dan sebaliknya, lumpuh total. Jalan yang putus itu sekarang seperti alur sungai. Padahal, sebelumnya sudah ditimbun oleh Balai Jalan Nasional Aceh.

Hanya saja, menurut Apriadi, jalan yang timbun tersebut tidak sempurna, sehingga saat air Krueng Balee yang berhulu dari pegunungan Blang Pandak sangat deras menerjang, jalan tersebut putus kembali. Seharusnya, kata Apriadi, Balai Jalan Nasional Aceh memasang kawat beronjong sepanjang 30 meter sebagai pengaman tebing jalan di kawasan itu.

“Kita minta Balai memasang kawat beronjong lebih dulu, agar badan jalan yang ditimbun itu mampu menahan terjangan air Krueng Balee. Sebab, selama ini penanganan yang dilakukan hanya menimbun saja. Sehingga jalan itu sudah tiga kali putus akibat diterjang banjir dan yang terakhir paling parah,” ungkapnya.

Dijelaskan, dirinya sudah turun langsung meninjau jalan nasional yang putus tersebut. Hasil pengamatan, kata Apriadi, sendimen di aliran Krueng Balee belum dinormalisasi secara maksimal. Sehingga saat hujan turun air sungai cepat meluap hingga menghantam tebing Krueng Balee yang bersisian dengan jalan nasional.

Dikatakan, saat ini pengguna jalan dari dua arah harus menggunakan jalan alternatif melalui Gampong Pulo Seunong yang tembus ke pasar Tangse. Jalur alternatif itu tidak layak digunakan dan rutenya sangat jauh. Untuk itu, Apriadi mendesak Balai Jalan Nasional Aceh mempercepat penanganan jalan nasional yang putus tersebut.

Anggota DPRK Pidie, Samsul Bahri, yang dihubungi Serambi, menyebutkan, Balai Jalan Nasional Aceh harus menangani jalan nasional secara sempurna, dimana salah satu caranya memasang kawat beronjong sebagai penahan tebing jalan. “Perlu diingat, saat ini curah hujan di Tangse saat ini tinggi. Jadi, bangunan yang dikerjakan harus betul-betul kuat. Kalau tidak kuat, akan rusak dihantam banjir,” tegasnya.

Plt Kepala BPBD Pidie, Apriadi, juga mengungkapkan, jalan Gampong Layan, Kecamatan Tangse yang ditangani secara darurat, kini rusak kembali diterjang banjir. Sehingga warga dan pelajar dari gampong itu tidak bisa melintasi jalan kabupaten tersebut. Banjir juga merendam sejumlah desa, tapi kini sudah surut. “BPBD Pidie bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie akan menangani jalan Gampong Layan,” janjinya.

Ditambahkan, jalan Gampong Layan yang ambruk tersebut rencananya akan dipasang bambu di pinggir sungai sebelum ditimbun dengan pasir urug. Sebelumnya, jalan kabupaten itu ditimbun dengan pasir sebanyak 301 truk ukuran sedang.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved