Kisah Duka Nurida, Istri Nelayan Panteraja yang Hilang Saat Melaut

Nur Daman, nelayan asal Gampong Keudee Panteraja, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya dinyatakan hilang sejak Kamis (29/11/2018) subuh di laut Meureudu.

Kisah Duka Nurida, Istri Nelayan Panteraja yang Hilang Saat Melaut
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Istri almarhum Nur Daman, bersama dua buah hatinya memperlihatkan berkas dokumen persyarat usulan klaim asuransi nelayan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di teras rumahnya, Gampong Keude, Panteraja, Pidie Jaya, Jumat (7/12/2018). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Nurida (35), istri almarhum Nur Darma (39) berharap perhatian pemerintah untuk menghidupi keluarganya bersama dua bua hatinya yang kini masih duduk di bangku sekolah SDN 1 Panteraja.

Sepeti diketahui, Nur Daman (39) nelayan asal Gampong Keudee Panteraja, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya dinyatakan hilang sejak Kamis (29/11/2018) subuh di perairan Selat Malaka atau perairan Panteraja-Meureudu saat sedang melaut.

"Ayah anak saya ini telah menjadi nelayan sejak tahun 2000 lalu atau 18 tahun dan menikahi saya setelah satu pekan bencana tsunami," sebut Nurida (35) kepada Serambinews.com, Jumat (7/12/2018) saat menyambangi kediaman rumah duka di bibir pantai Gampong Keude Panterja, Pijay.

Baca: Boat Dihantam Ombak, Satu Nelayan Hilang

Dari hasil pernikahan ini, pasangan nelayan yang hidup sederhana ini dikaruniai dua buah hati yaitu, Muhammad Halis Siddiq (10) yang kini duduk dibangku kelas 3 SDN dan Muhammad Hafiz Siddiq (7) kelas 1 SDN 1 Panteraja, Pijay.

Nurida dengan penuh haru mengakui jika Allah menghendaki, dana asuransi nelayan yang dibayar nanti oleh pemerintah yang kisarannya mencapai Rp 200 juta akan didepositokan untuk keberlangsungan biaya pendidikan dua buah hatinya.

Selama puluhan tahun berkeluarga, Nurida bersama Nur Darma menghidupi keluarga dengan menjadi nelayan dan menjadi buruh upahan menjemur ikan teri di sepanjang hamparan pasir pantai Keudee Panteraja.

Baca: Pencarian Nelayan yang Hilang di Kuala Panteraja, Pidie Jaya Dihentikan

Sebelumnya saat bersama sang suami tercinta, Nurida menerima penghasilan dari sang suami selaku nelayan dan juga tambahan dari hasil upah menjemur ikan teri yang telah dilakoni selama 10 tahun terakhir.

"Saya berharap perhatian pemerintah terutama Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti agar berkenan membantu dalam meringankan beban hidup keluarga kecil saya ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved