Tafakur

Mendukung Kezaliman

Terkadang tanpa sadar kita mendukung kezaliman. Kadangkala tidak secara langsung, tetapi dengan cara ikut

Mendukung Kezaliman

Oleh Jarjani Usman

“Yang kutakutkan adalah jika orang-orang baik diam di saat terjadinya kemungkaran sehingga masyarakat awam menganggapnya sebagai bukan kemungkaran” (Ali ibn Abi Thalib r.a.).

Terkadang tanpa sadar kita mendukung kezaliman. Kadangkala tidak secara langsung, tetapi dengan cara ikut memilih para pelaku kezaliman untuk menjadi pemimpin.

Padahal orang-orang yang gemar berbuat kezaliman bisa membuka peluang bagi munculnya kezaliman-kezaliman lain. Pemimpin dari kalangan pelaku kezaliman akan cenderung membiarkan kezaliman berlangsung. Sebaliknya, bila mencegah kezaliman akan membongkar kezaliman-kezalimannya. Orang-orang yang pernah bersama dalam kezaliman biasanya tak akan tinggal diam, bila diri dan usaha mereka terusik.

Oleh karena itu, saat memilih pemimpin, kita sebagai rakyat diwajibkan untuk memilih orang-orang yang baik. Masing-masing kita punya peran untuk menentukan nasib umat ke depan, terutama dengan menyelamatkan suara untuk pemimpin yang baik. Bila memang orang yang terpilih awalnya baik tetapi kemudian ikut ternodai saat menjadi pemimpin umat, itu persoalan selanjutnya yang harus dihadapi.

Sebagai orang Muslim, kita telah diingatkan untuk tidak meninggalkan orang-orang baik, demi menuruti hawa nafsu atau karena kedekatan atau kekerabatan. Mengabaikan orang baik demi memilih orang jahat karena mempunyai banyak modal, itu berdosa. Meskipun masing-masing hanya punya satu suara, pilihan kita berkontribusi besar terhadap umat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved