Mualem Lantik Cek Mad

Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), H Muzakir Manaf melantik H Muhammad Thaib

Mualem Lantik Cek Mad
SERAMBI/JAFARUDDIN
KETUA Umum DPA Partai Aceh, H Muzakir Manaf menyerakan pataka kepada H Muhammad Thaib usai dilantik jadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Kabupaten Aceh Utara periode 2018-2023, bersama pengurus di Kantor DPW Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Kamis (6/12). 

* Sebagai Ketua DPW PA Aceh Utara

LHOKSUKON – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), H Muzakir Manaf melantik H Muhammad Thaib sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Aceh Utara periode 2018-2023. Acara itu berlangsung di Kantor DPW Kecamatan Samudera, Aceh Utara, kemarin.

Pelantikan itu dirangkai dengan peusijuek oleh Tgk Mustafa Ahma (Abu Paloh Gadeng), Abi Babah Buloh, dan Abi Umar. Turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA), calon legislatif DPRK, dan DPRA. “Pelantikan ini merupakan hari bersejarah bagi Wilayah Samudera Pase. Semoga ke depan semua pengurus saling koordinasi dan saling musyawarah,” kata Mualem–sapaan akrab Muzakir Manaf--.

Ia mengingatkan, apapun jenis organisasinya baik formal dan nonformal, jika tidak transparan dan tanpa berkomunikasi yang baik semasa pengurus serta tidak bermusyawarah, jangan berharap organisasi tersebut bisa maju. “Bek cet langet organisasi itu akan berjaya,” tegas Mualem.

Jika suatu masalah tidak diselesaikan dengan musyawarah, Mualem menyatakan, jangan berharap persoalan itu akan selesai. Malahan masalah semakin rumit untuk diselesaikan nantinya. “Karena itu, saya berharap semua kader Partai Aceh memiliki sikap ikhlas. Jika ini dikedepankan, Insya Allah segala yang dicita-citakan akan berhasil diselesaikan,” katanya.

Mualem merasa bangga dengan kehadiran ulama dalam pelantikan tersebut yang sudah mempeusijuek. Ini sebagai tanda bukti kesejukan dan kemulian yang akan diterima. “Karena itu, kita harus berada di belakang ulama. Ulama dan umara tidak boleh dipisahkan,” ujar Mualem sembari menyebutkan pada 4 Desember 2018 sudah diperingati milad ke-42.

Mualem berharap supaya kader tidak ragu dengan perjuangan sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya almarhum paduka yang mulia Wali Nanggroe. “Satu hal sikap yang tak bisa ditolerir, ketika diberikan dipercayakan menyambut baik. Ketika diturunkan dari jabatan, sudah lari dari perjuangan. Malah ada yang memperburuk PA dan KPA, ini yang tidak bisa diterima akal sehat. Padahal jabatan itu bukan turun temurun dari keluarga,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Mualem mengajak supaya PA/KPA bersatu padu. Karena PA beda dengan partai lain. Sebab, Partai Aceh lahir dari hasil keringat susah payah, air mata, harta dan bahkan nyawa. “Saya berharap kepada kader, caleg dan pendukung untuk saling menghargai dan saling menyokong, sehingga ke depan mendapat ridha Allah SWT,” pungkasnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved