Sekeluarga Masuk Islam di Subulussalam

Sikap persaudaraan dan toleransi terhadap umat berbeda agama yang diperlihatkan masyarakat Desa Namo Buaya

Sekeluarga Masuk Islam di Subulussalam
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Pimpinan Dayah Istiqamatu Khairat, Tgk M Alwi Alwaliya membimbing dua pria asal Nias saat mengucapkan dua kalimah syahadat di Masjid Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya Jumat (2/11).SERAMBI/SA'DUL BAHRI 

SUBULUSSALAM - Sikap persaudaraan dan toleransi terhadap umat berbeda agama yang diperlihatkan masyarakat Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam ternyata menggugah hati lima warga asal Kepulauan Nias, Sumatera Utara (Sumut) untuk memeluk agama Islam. “Terus terang, kami masuk Islam karena panggilan hati nurani lantaran tergugah melihat persaudaraan dan toleransi masyarakat terhadap kami yang notabene berbeda agama,” kata Bezattulo Hulu (38), usai mengikuti proses pensyahadatan di Musalla Dayah Darul Aman, Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kamis (6/12).

Bezattulo yang berprofesi sebagai buruh di perkebunan sawit itu mengajak semua keluarganya untuk memeluk agama Islam, yaitu istrinya Delina Nduru (34), serta tiga anak mereka masing-masing Feri Kristiani Hulu (6), Arman Saputra Hulu (4), dan Irwansyah Hulu (1). Baik Bezattulo maupun istrinya membantah kalau mereka dipaksa atau ada hal lain sehingga rela melepas keyakinannya. Bahkan untuk membuktikan keseriusannya menjadi muslim, pria yang sudah mampu berbahasa asli Subulussalam ini mengucap dua kalimah syahadat dengan mahir dan lafaz yang bagus.

Proses pensyahadatan keempat warga itu dibimbing langsung Wakil Ketua MPU Subulussalam, Ustaz Sabaruddin S bersama Tgk Maksum LS SPdI, dan disaksikan Kepala Desa Namo Buaya, Rahmadsyah serta tokoh masyarakat. Usai disyahadatkan, mereka langsung mendapat bimbingan agama Islam.

Ustaz Sabaruddin S dalam tausiahnya menyampaikan, pada prinsipnya semua agama di Indonesia dilindungi. Oleh karena itu, tak boleh ada yang memaksa sesorang untuk berpindah agama dengan alasan apa pun. “Akan tetapi, manakala seseorang telah memeluk agama Islam, maka secara otomatis dia berkewajiban alias dipaksa mengamalkan segala aturan agamanya,” ucap dia.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved