Banjir Amblaskan Rumah  di Simeulue

Satu unit rumah warga di kawasan Angkeo, Kecamatan Teupah Barat, Simeulue, Kamis (6/12) kemarin, amblas ke sungai

Banjir Amblaskan Rumah  di Simeulue
SERAMBI/RIZWAN
Jalan provinsi lintas Meulaboh-Tutut mengalami kerusakan sangat parah dan berbahaya pengendara, Jumat (7/12). Pengendara berharap perbaikan oleh Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Barat. SERAMBI/RIZWAN 

SINABANG - Satu unit rumah warga di kawasan Angkeo, Kecamatan Teupah Barat, Simeulue, Kamis (6/12) kemarin, amblas ke sungai, ekses hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Sedangkan, tiga rumah lainnya terendam banjir luapan Sungai Angkeo.

Demikian dipaparkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Simeulue, Ir Ali Hasmi kepada Serambi, Jumat (7/12). “Totalnya empat rumah. Satu amblas ke sungai dan tiga lagi terkena banjir,” jelasnya. Dia menjelaskan, saat ini BPBD Simeulue sudah menyerahkan bantuan kepada warga yang menjadi korban dan menurunkan mobil pemadam untuk membersihkan rumah yang terkena banjir. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ucapnya.

Menurut Ali Hasmi, hujan deras yang melanda kawasan itu menyebabkan daerah aliran sungai (DAS) meningkat dan menggerus pinggiran sungai di mana terdapat rumah penduduk. Selain itu, derasnya arus sungai telah menyebabkan oprit jembatan retak dan berpotensi ambruk jika tidak segera diperbaiki.

“Untuk mengatasi permasalahan ini, BPBD merencanakan membuka aliran sungai baru. Tujuannya, supaya saat hujan deras tidak menggerus pinggiran sungai yang ada rumah penduduk, tapi air akan mengalir lewat sungai baru tersebut,” ulasnya. Solusi lainnya, terang dia, dengan membangun bronjong di pinggir sungai untuk mencegah meluasnya tanah yang amblas di kawasan DAS Angkeo.

Jalan Provinsi Hampir Putus
Sementara itu, jalan provinsi lintas Meulaboh-Tutut, Aceh Barat, tepatnya di kawasan perbatasan Woyla Timur dengan Panton Reu mengalami kerusakan sangat parah, bahkan hampir putus sehingga membahayakan pengendara. Warga berharap Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Barat secepatnya turu tangan sebelum jalan tersebut putus dan tidak bisa dilewati.

Beberapa pengendara kepada Serambi, Jumat (7/12), mengaku, kerusakan jalan provinsi di perbatasan kedua kecamatan itu sudah terjadi lama dengan kondisi badan jalan terbelah serta terjal. “Kalau tidak hati-hati, kita bisa terperosok dan jatuh,” kata Aliandi, seorang pengendara.

Menurut dia, kerusakan jalan itu terkesan dibiarkan. Indikatornya, pejabat di Aceh Barat kerap melewati jalan tersebut bila menuju ke Kecamatan Sungaimas, tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

Hamzah, warga setempat mengungkapkan, jalan provinsi itu selama ini bukan saja dilewati penduduk Aceh Barat, namun juga sering dipakai sebagai jalan pintas dari barat selatan Aceh menuju ke pantai timur Aceh. “Harapan kami yang selalu melewati jalan itu, supaya kerusakannya bisa segera diperbaiki,” ucapnya.(sm/riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved