Banjir Terjang 5 Kecamatan

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir genangan di 5 kecamatan dalam wilayah Bireuen

Banjir Terjang 5 Kecamatan
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Tergenang-Ruas jalan nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Desa Karieng, Peudada Bireuen ikut tergenang derasnya luapan air setelah hujan deras mengguyur Bireuen, Jumat (7/12). SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

* Dokumen Sekolah dan Komputer Terendam

BIREUEN - Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir genangan di 5 kecamatan dalam wilayah Bireuen, yaitu Peudada, Jeumpa, Jeunieb, Peulimbang, dan Kota Juang, Kamis (7/12). Dampak banjir tersebut, puluhan rumah maupun sekolah tergenang dengan ketinggian air mulai 50 cm hingga 1 meter lebih.

Bahkan luapan banjir melintasi badan jalan negara di kawasan Desa Karieng, Peudada, maupun jalan kabupaten di sejumlah desa. Pantauan Serambi, kondisi paling parah terjadi di kawasan Desa Pulo Ara, Dayah Mon Ara, dan sejumlah desa lainnya di Peudada. Air menggenangi sejumlah badan jalan, termasuk dekat SPBU Peudada.

Kemudian, abutment satu unit jembatan di lintasan jalan kabupaten di arah selatan atau di belakang SMAN 1 Peudada juga digerus banjir. Selain itu, sejumlah ruas jalan di Desa Teupok Baroh dan beberapa desa lainnya di Peudada juga tergenang. Puluhan warga terpaksa mengungsi ke meunasah masing-masing. Sejumlah pekarangan sekolah juga dipenuhi air.

Kadis Sosial Bireuen, Drs Murdani yang didampingi Kalak BPBD Bireuen, M Nasir SP MSM mengatakan, kawasan Peudada yang tergenang air, antara lain Desa Ikue Alue, Tgk Dibathon, Dayah Mon Ara, Pulo Ara, Cot Kruet, Tanjong Selamat dan Blang Batie. Kemudian Desa Jaba, Alue Keutapang, Pucok Alue Rheng, Hagu, Blang Rangkuluh dan Alue Sijuk.

Selanjutnya di Jeumpa menimpa Desa Pulo Lawang, Paloh Seulimeng, Abeuk Usong, Teupok Tunong, Teupok Baroh, Cot Bada, dan Seuneubok Paya.

Sekolah Diliburkan
Banjir genangan yang terjadi di lima kecamatan sejak Kamis hingga Jumat (6-7/12) menyebabkan sejumlah sekolah tergenang. Proses belajar-mengajar pun ditiadakan, karena ruangan masih tergenang dan dipenuhi lumpur.

Adapun sekolah yang tergenang yaitu SMAN 1 Peudada di Desa Pulo Ara, Peudada. Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMA Bireuen, Hanafiah SPd MAP kepada Serambi, Jumat (7/12) mengatakan, banjir genangan menyebabkan sekolah tergenang dan aktivitas belajar mengajar yang sekarang sedang ujian semester ditunda. Selain itu, sebanyak 40 unit komputer ikut rusak terendam air. “Selain komputer rusak, dokumen sekolah ikut terendam air,” ujarnya. Selain SMAN 1 Peudada sekolah lainnya yang tergenang yaitu SMPN 1 Jeumpa dan SDN 5 Jeumpa di Desa Teupok, Jeumpa, SMPN 2 Peudada dan SDN 2 Peudada di Desa Blang Bati, Peudada dan SDN 15 Bireuen di Pulo Ara, Kota Juang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen, Drs M Nasir MPd kepada Serambi mengatakan, pihaknya sudah turun ke sekolah yang tergenang banjir. Banyak dokumen sekolah terendam. Menghadapi curah hujan tinggi, seluruh kepala sekolah yang diharap bersiaga. “Kami mengimbau agar barang dan dokumen penting diletakkan atau disimpan di tempat yang aman, “ kata M Nasir.(yus)

warga mengungsi

* 45 KK warga Desa Tanjong Selamat
*12 KK warga Desa Mon Ara
*4 KK warga Tgk Di Bathon

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved