Buaya Kembali Terkam Warga Ujung Sialit

Konflik satwa-manusia tak kunjung berakhir di Aceh Singkil. Kasus terbaru, seorang nelayan Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak

Buaya Kembali Terkam Warga Ujung Sialit
KOLASE SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Ama Tebi, warga Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil mengalami luka akibat diterkam buaya, Selasa (9/10/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. 

SINGKIL - Konflik satwa-manusia tak kunjung berakhir di Aceh Singkil. Kasus terbaru, seorang nelayan Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak menjadi korban keganasan buaya meski tak sampai merenggut nyawanya.

Catatan Serambi, dalam kurun dua bulan ini setidaknya sudah dua nelayan yang menjadi korban buaya di Singkil. Kasus terbaru terjadi Kamis (6/12) malam sekitar pukul 23.30 WIB di sekitar Pulau Inasuri, Pulau Banyak Barat dengan korbannya seorang nelayan bernama Yasoziduhu (42).

Menurut informasi, musibah itu terjadi ketika Yasoziduhu sedang menyelam di sekitar Pulau Inasuri bersama dua temannya. Akibat serangan itu korban mengalami luka di tangan, kaki, perut dan kepala. Kini korban hanya bisa terbaring di rumahnya setelah mendapat penanganan medis. “Korban mengalami luka cukup parah,” kata Camat Pulau Banyak Barat, Safnil, Jumat (7/12).

Ama Fince, tetangga korban di Ujung Sialit menceritakan, Yasoziduhu pergi bersama Artinus dan Ebe Jega menggunakan satu perahu. Sampai di lokasi Pulau Inasuri menyelam secara terpisah tanpa menggunakan peralatan. Saat sedang menyelam itulah tiba-tiba buaya menerkam korban.

Korban berhasil lolos dari maut berkat pertolongan kedua rekannya. Lantas dari lokasi kejadian, Yasoziduhu dalam kondisi kritis segera dibawa pulang ke Ujung Sialit dan selanjutnya mendapat pertolongan medis.

Kejadian buaya memangsa nelayan Pulau Banyak Barat, sudah terjadi berulang kali. Pada 9 Oktober 2018, Ama Tebi, nelayan Ujung Sialit, diterkam hewan pemangsa tersebut saat menyelam di sekitar Pulau Matahari.

Sebelumnya, pada Februari 2018, nelayan Desa Suka Makmur, Pulau Banyak Barat, Ereanus Telaumbanua (25) ditemukan meninggal dengan kondisi tanpa kepala. Korban sempat hilang saat mencari tripang dengan cara menyelam di sekitar Pulau Duo.

Terkait seringnya jatuh korban akibat konflik manusia dengan buaya, Wakil Ketua Komisi I DPRK Aceh Singkil, Taufik mendesak Pemkab Acdeh Singkil memberikan perhatian serius terhadap keselamatan nelayan. Pemkab juga diminta memasang tanda di lokasi rawan buaya, agar menjadi perhatian nelayan. “Kejadian buaya menyerang manusia sudah berulang-ulang, ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujar Taufik.(de)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved