Istri Nelayan Hilang Siap Lanjutkan Sekolah Dua Putranya

Nurida (35), istri Nur Darma (39) nelayan yang hilang di perairan Pidie Jaya siap melanjutkan sekolah dua putranya

Istri Nelayan Hilang Siap  Lanjutkan Sekolah Dua Putranya
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Istri almarhum Nur Daman, bersama dua buah hatinya memperlihatkan berkas dokumen persyarat usulan klaim asuransi nelayan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di teras rumahnya, Gampong Keude, Panteraja, Pidie Jaya, Jumat (7/12/2018). 

Nurida (35), istri Nur Darma (39) nelayan yang hilang di perairan Pidie Jaya siap melanjutkan sekolah dua putranya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Rumah bantuan tsunami yang ditempati bersama dua anaknya, yang berjarak sekitar 150 meter dari bibir pantai masih ramai dikunjungi kerabat dan anggota keluarga pada hari ke-10 meninggalnya Nur Darma.

Kondisi rumah yang masih digenangi air pada Jumat (7/12) pagi seusai diguyur hujan deras sepanjang Kamis malam tetap ramai dikunjungi keluarga dekat, terutama yang berada di seputaran rumahnya.

“Ayah anak saya ini, Nur Darma telah menjadi nelayan sejak 2000 lalu atau 18 tahun dan menikahi saya setelah satu pekan tsunami,” sebut Nurida (35) kepada Serambi, Jumat (7/12) yang turut didampingi ayah kandungnya, Abbas Usman (73) serta beberapa kerabat lainnya.

Dari hasil pernikahan itu, pasangan nelayan yang hidup sederhana ini dikaruniai dua buah hati yaitu, Muhammad Halis Siddiq (10) yang duduk di bangku kelas 3 an Muhammad Hafiz Siddiq (7) di kelas 1 SDN 1 Panteraja, Pijay. Meski masih dalam suasana berkabung, Nurida tidaklah larut dalam kesendirian.

Dia selalu didampingi dua putranya, juga bersama tujuh saudara sekandungnya yang tinggal bersama dalam jejeran rumah. Bahkan,kerabat keluarga yang senantiasa selalu kompak dan saling bahu-membahu memberi bantuan.

Ketua Himpunan Nelayam Seluruh Indonesia (HNSI) Pijay, Ir Muhammad Bentara, bersama Panglima Lhok Kecamatan Yusri serta pawang boat, Faisal terus berupaya mengurus dokumen kelengkapan administrasi klaim assurasi nelayan. Baik untuk tingkat kabupaten, provinsi hingga ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

“Jika Allah menghendaki, dana asuransi nelayan yang dibayar nanti oleh pemerintah, akan saya depositokan untuk biaya pendidikan dua buah hati kami,” ujar Nurida dengan mata berkaca-kaca. Selama ini, da bersama Nur Darma menghidupi keluarga dengan menjadi nelaya dan buruh upahan menjemur ikan teri di sepanjang hamparan pasir pantai Keudee Panteraja.

Sebelumnya, saat masih bersama sang suami tercinta, Nurida menerima penghasilan dari sang suami selaku nelayan dan juga tambahan dari hasil upah menjemur ikan teri yang telah dilakoninya selama 10 tahun terakhir.

“Saya berharap perhatian pemerintah, terutama ibu Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti agar berkenan membantu dalam meringankan beban hidup keluarga saya ini,”d emikian Nurida.(Idris Ismail)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved