Jasa Potong Ayam Meningkat

Jasa potong sekaligus pembersih ayam dan itik di Pasar Sigli, Pidie meningkat tajam selama bulan Maulid ini

Jasa Potong Ayam Meningkat
Pedagang menjual ayam potong di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Selasa (21/1). Permintaan ayam potong meningkat di bulan Maulid. SERAMBI/BUDI FATRIA 

SIGLI - Jasa potong sekaligus pembersih ayam dan itik di Pasar Sigli, Pidie meningkat tajam selama bulan Maulid ini. Dalam sehari, mereka bisa meraup pendapatan Rp 300.000 sampai Rp 700.000.

“Pendapatan itu belum termasuk biaya makan dan sewa lapak,” ujar Nurdin (23) seorang pekerja pemotong ayam di Pasar Keuniree Pidie, Jumat (7/12). Dia mengatakan, jika bulan di luar Maulid, maka pendapatan hanya berkisar Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per hari.

“Sekarang lagi ramai, maka pendapatan naik, tetapi di hari biasa, hanya cukup untuk sehari-hari,” ujar Nurdin dibenarkan Maskur dan Rizki, rekan seprofesinya. Mereka bertiga menerima jasa pemotongan ayam kampung dan itik, termasuk membersikan dan dibakar, sebelum dipotong-potong sesuai permintaan pembeli.

“Biaya potong sampai membersihkan sekira Rp 5.000 sampai Rp 10.000 perekor, tergantung ukuran ayam,” ujar Maskur. Di tempat terpisah, Budi (29), juga pekerja pemotong ayam potong di Pasar Sigli juga menuturkan hal yang senada.

“Selama bulan Maulid, bisa meraih pendapatan sampai Rp 500.000/hari, kalau hari biasa maksimal Rp 70.000/hari,” katanya. Dia mengaku selama bulan Maulid, pembelian ayam kampung, ayam potong maupun itik meningkat tajam dan pedagang juga menjual dengan harga tinggi dibanding hari sebelumnya.

Untuk ayam kampung dijual berkisar Rp 100.000 sampai Rp 170.000/ekor, sedangkan itik Rp 120.000 sampai Rp 180.000/ekor tergantung ukurannya. Harga jual diperkirakan naik Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per ekor dibanding hari biasa. Sedangkan harga ayam potong berkisar Rp 42.000 sampai Rp 50.000/ekor.(aya)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved