Kongres KNPI Tetap Digelar

DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tetap akan melaksanakan Kongres XV di Aceh pada 15-17 Desember 2018

Kongres KNPI Tetap Digelar
SERAMBINEWS.COM/IST
Ketua KNPI Aceh Wahyu Saputra 

* Direncanakan Dibuka Presiden

BANDA ACEH - DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tetap akan melaksanakan Kongres XV di Aceh pada 15-17 Desember 2018. Kegiatan tersebut direncanakan dibuka Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di halaman Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh.

Ketua DPD KNPI Aceh, Wahyu Saputra kepada Serambi, Jumat (7/12) kemarin, mengatakan, kegiatan itu akan diikuti 153 OKP nasional, 34 DPD KNPI tingkat provinsi, 542 DPD II KNPI se-Indonesia, dan undangan lain. Kongres itu untuk memilih ketua DPP KNPI periode 2018-2023 menggantikan Muhammad Rifai Darus.

“Iya benar akan dilaksanakan pada 15-17 Desember 2018. Kita mengajak semua pemuda Aceh untuk mensukseskan acara ini. Mari kita sambut saudara-saudara kita sesuai dengan adat Aceh yaitu, pemeulia jamee adat geutanyoe,” kata Wahyu Saputra.

Dia menyampaikan, kongres tersebut dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Presiden RI, Jokowi dan ditutup oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Selain agenda kongres, terangnya, juga dilaksanakan seminar nasional dengan pemateri sejumlah menteri dan tokoh-tokoh nasional.

Karena itu, Wahyu berharap, masyarakat Aceh untuk turut membantu menyukseskan kegiatan berskala nasional tersebut. “Bagi pemuda yang memiliki produk atau barang unggulan lokal, bisa memamerkannya di lokasi acara. Kita juga mengajak semua pihak ikut berpartisipasi menyukseskan acara nasional ini,” harapnya.

Untuk diketahui, saat ini ada tiga bakal calon ketua DPP KNPI periode 2018-2023 yang sudah mendaftar. Mereka adalah Haris Pratama, Noer Fajrieansyah, dan Jackson Andre William Kumaat. Pendaftaran calon ketua KNPI dibuka di sekretariat DPP KNPI di DKI Jakarta.

Sesuai kebutuhan
Pada bagian lain, di tengah ketidakpastian pencairan anggaran pelaksanaan Kongres XV KNPI sebesar Rp 9,8 miliar yang dibebankan kepada APBA 2018, ternyata Pemerintah Aceh via Dispora telah mengambil keputusan untuk tetap membiayai pelaksanaan kongres tersebut.

Kepala Dispora Aceh, Darmansah kepada Serambi, Jumat (7/12), menyampaikan, bahwa pembiayaan hanya dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. “Anggaran hanya untuk kegiatan ril di lapangan, seperti penginapan dan konsumsi tamu/peserta,” katanya. Sedangkan untuk kebutuhan lain, tukas Darmansah, untuk saat ini tidak dimungkinkan lagi dilakukan pengadaan karena sudah dipenghujung tahun anggaran 2018.

Sedangkan, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Banda Aceh, Yuni Eko Hariatna menyatakan, sebenarnya tidak ada yang salah secara hukum penggunaan dana hibah dari Pemerintah Aceh yang diplotkan untuk pelaksanaan Kongres KNPI. Sebab, status pengusul dana tersebut sudah jelas. Sehingga tidak perlu ada keraguan bagi Kadispora untuk menyerahkan dana kongres kepada panitia kongres KNPI karena pencairan bantuan anggaran tersebut sah secara hukum,” ulasnya.

Bahkan, tukas Haji Embong--sapaan akrab Yuni Eko, Pemerintah Aceh sudah seharusnya mendukung penuh pelaksanaan kongres KNPI yang merupakan agenda nasional tersebut. Sebab, apabila agenda itu sukses, maka citra Aceh di mata nasional juga akan baik. “Karenanya, kami mengajak semua pihak untuk mensukseskan kongres ini,” pungkasnya.

Abdul Azis Ketum KNPI Kongres Jakarta
Sementara itu, Abdul Azis terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode 2018-2021 menggantikan Fahd A Rafiq dalam Kongres Luar Biasa (KLB) XV di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (1/12) lalu. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

Abdul Azis mengatakan, dirinya akan mencoba mengembalikan KNPI kepada fitrahnya sebagai organisasi pemuda yang dapat merangkul semua kalangan pemuda. Untuk jangka pendek, ia bersama formatur akan fokus terlebih dahulu mengurus legalitas KNPI ke Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

“Jangka panjangnya, setelah semua normal dan berjalan ideal ingin menjadikan KNPI sebagai rumah bagi seluruh Indonesia, baik itu dari pengembangan sumber daya manusia, dan lainnya,” ucap Abdul Azis seusai dinyatakan terpilih di Jakarta, Sabtu (1/12).

Sekjen DPP KNPI, Ilyas Indra mengklaim, kongres luar biasa yang digelar pihaknya itu dah dan punya legitimasi. “Pelaksanaan kongres ini memang penuh dinamika. Namun yang terpenting, kongres ini sah dan legitimasi,” klaimnya.(mas/tribunnews.com)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved