Mantan Kadis KPP Lhokseumawe Mengaku Dizalimi

Mantan kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe, drh M Rizal, mengaku dirinya dizalimi

Mantan Kadis KPP  Lhokseumawe  Mengaku Dizalimi
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Dinas Pertanian Aceh Tenggara, menunda penyaluran ternak sapi yang bersumber dari DOKA 2018. Terlihat ternak sapi dikarantina di Desa Mendabe, Kecamatan Babussalam, Agara, Senin (15/10/2018). 

BANDA ACEH - Mantan kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe, drh M Rizal, mengaku dirinya dizalimi oleh pejabat daerah itu, mulai dari Wali Kota Suaidi Yahya, anggota DPRK periode 2009-2014, Kadis Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah saat itu T Adnan, hingga oleh bawahannya.

Pengakuan itu disampaikan Jumat (7/12) sebelum sidang pleidoi (pembelaan) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan ternak berupa lembu di dinas itu yang menjadikan dirinya sebagai terdakwa bersama drh Dahlina selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Ismunazar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Adnan yang zalimi saya, karena dia yang mengatakan pertama, ‘Abang teken aja RKA, kami tidak akan menjebak abang’,” ungkap Rizal kepada Serambi di ruang tunggu yang didampingi istrinya.

Dia mengaku, tidak mengetahui bantuan ternak tersebut fiktif karena proses penyerahan kepada penerima bantuan dilakukan oleh rekanan.

Ketika majelis hakim yang dipimpin Eli Yurita MH dan didampingi dua hakim anggota, Nani Sukmawati SH dan Edwar SH memulai sidang, Rizal sambil mentes air mata juga menyampaikan pernyataan serupa kepada majelis hakim dan seraya meminta dibebaskan dari tuntutan jaksa.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lhokseumawe menuntut, drh M Rizal delapan tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Jaksa juga menuntut drh Dahlina dan Ismunazar dengan pidana penjara masing-masing tujuh tahun ditambah denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Ketiga terdakwa dinyatakan bersalah melakukan dugaan korupsi proyek pengadaan ternak berupa lembu di dinas itu dengan kerugian Rp 8 miliar dari pagu Rp 14,5 miliar tahun 2014. Tuntutan itu dibacakan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Jumat (30/11).

Menurut jaksa, perbuatan ketiga terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Selain menyampaikan pleidoi pribadi, Kuasa Hukum Rizal, Akhyar SH juga menyampaikan pembelaan secara tertulis yang pada intinya mengatakan bahwa berdasarkan fakta persidangan kliennya tidak bersalah. Tuntutan jaksa juga dinilai tanpa mempertimbangkan fakta-fakta persidangan.

Menurut Akhyar, pada 2014 DKPP memang ada mengusul anggaran untuk pengadaan ternak tapi totalnya hanya Rp 2 miliar. Tapi dalam perjalanan, Kadis PKAD Lhokseumawe saat itu, T Adnan yang juga Sekretaris TAPD mengubah dan menambah mata anggaran yang bersumber dari dana aspirasi dewan hingga berjumlah Rp 14,5 miliar.

Dari 25 anggota DPRK Lhokseumawe, sebanyak 21 anggota dewan mengusulkan pengadaan ternak melalui DKPP. Mereka di antaranya adalah Junaidi Yahya, Suryadi, Ustaz Azis, Sudarwis, Tgk M Yatim, Mujiburrahman, T Rusdi, Hasbi, dan mantan ketua DPRK Lhokseumawe, Saifuddin Yunus alias Pon Pang.

Pada sidang kemarin, Dahlina dan Ismunazar juga menyampaikan pembelaan yang dibacakan oleh masing-masing kuasa hukumnya, Akhyar SH dan Dr Ansharullah Ida MH cs. Pada intinya, mereka mengaku tidak tahu bahwa rekanan menyewa lembu berserta kandang yang diserahkan kepada kelompok pengusul bantuan sehingga terjadinya fiktif.

Setelah mendengarkan pembacaan pleidoi, sidang kemarin dilanjutkan dengan penyampaian replik dari jaksa dan duplik dari kuasa hukum terdakwa. Namun, pihak terdakwa memprotes replik jaksa karena disampaikan tanpa terlebih dahulu mempelajari pleidoi yang baru saja dibacakan. Untuksidang pembacaan putusan, majelis hakim menetapkan pada Jumat (14/12). (mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved