Polisi Periksa Honorer

Penyidik Polres Aceh Barat telah memeriksa Irfan Marunduri, seorang honorer kategori dua (K2) selaku terlapor untuk menindaklanjuti laporan

Polisi Periksa Honorer
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

* Tindaklanjuti Laporan Mantan Sekda Aceh Barat

MEULABOH - Penyidik Polres Aceh Barat telah memeriksa Irfan Marunduri, seorang honorer kategori dua (K2) selaku terlapor untuk menindaklanjuti laporan mantan Sekda Aceh Barat, Bukhari dan seorang PNS pemkab setempat, T Putra Azmisyah karena nama mereka diseret dalam daftar penerima dugaan punggutan liar (pungli) terhadap honorer untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, didampingi KBO Reskrim, Ipda P Pangabean kepada Serambi, Jumat (7/12), mengatakan, Irfan Marunduri yang merupakan seorang honorer di Pemkab Aceh Barat diperiksa selaku terlapor. Dari keterangan terlapor, ucap Kapolres, terungkap bahwa bukti fotokopi yang diperlihatkan oleh Irfan pada aksi demo di DPRK beberap waktu lalu, diperolehnya dari seseorang, tahun 2012. “Bukti itu, selama ini disimpan terlapor di dalam dompetnya dan dia mengaku tidak ingat lagi dari siapa diperolehnya,” jelas Raden Bobby.

Diterangkan Kapolres, selain mendalami keterangan dari terlapor Irfan, penyidik juga telah memeriksa dua orang dari sejumlah nama yang tertera di dalam bukti kuitansi tersebut. Kedua orang yang juga honorer itu mengaku tidak tahu soal kuitansi yang turut tertera nama mereka tersebut. Bahkan, keduanya mengaku keberatan namanya diterakan pada kuitansi itu dan mengaku tidak pernah memberikan uang kepada pihak manapun seperti disebutkan dalam kuitansi tersebut. “Keterangan para saksi dan terlapor masih terus didalami penyidik untuk menuntaskan kasus ini. Yakni apakah bukti kuitansi itu rekayasa atau benar,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Sekda Aceh Barat, Drs Bukhari MM bersama T Putra Azmisyah, seorang PNS di kabupaten itu, Jumat (23/11), membuat laporan resmi ke Polres Aceh Barat. Kedua mantan pejabat di Aceh Barat itu mengaku nama mereka diseret-seret serta dituduhkan sebagai penerima dana pungutan liar (pungli) untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ketika aksi demo honorer kategori dua (K2) ke gedung dewan setempat pada Senin (19/11).

Bukhari yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh datang bersama Putra Azmisyah yang akrab disapa Poncut melaporkan ke polisi dengan terlapor seorang honorer K2 yang membeberkan bukti fotokopi kuitansi ketika aksi demo di DPRK Aceh Barat. “Pelaporan ke polisi karena nama kami diseret-seret dalam kasus itu. Kami tidak pernah menerima apa yang dituduhkan. Itu semua fitnah,” tegas Bukhari kala itu.

Sebelumnya, ratusan honorer K2 yang terdiri dari tenaga guru, kesehatan, dan administrasi dalam lingkup Pemkab Aceh Barat berdemo ke gedung DPRK setempat, Senin (19/11). Mereka menuntut agar DPRK turut memperjuangkan honorer untuk diangkat menjadi CPNS. Selain itu, dalam aksi yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut, pendemo juga turut menyuarakan dugaan pungli dalam penerimaan CPNS dari kalangan honorer, beberapa tahun silam. Bahkan, seorang peserta aksi sempat menunjukkan dua lembar fotokopi kuitansi bukti adanya penyerahan uang kepada oknum pejabat Pemkab sebesar Rp 15 juta dan Rp 45 juta pada tahun 2012 dan 2015.

Pelapor Sudah Diperiksa
Sementara itu, KBO Reskrim Polres Aceh Barat, Ipda P Pangabean menambahkan, selain memintai keterangan Irfan Marunduri, polisi juga sudah memeriksa beberapa honorer lain yang sama-sama jadi terlapor ketika membeberkan bukti kuitansi pada aksi demo di gedung DPRK, bulan lalu. Namun, beber KBO Reskrim, saksi itu mengaku tidak tahu soal bukti kuitansi terhadap penyerahan uang tersebut. “Kami masih akan gali sejumlah keterangan saksi lainnya. Kami akan usut tuntas kasus ini,” tukas dia.

Untuk pelapor, ungkap Ipda P Pangabean, juga sudah diperiksa oleh penyidik setelah mereka melaporkan secara resmi ke Polres terkait nama mereka diseret-seret dalam daftar sebagai penerima dugan pungli untuk meluluskan honorer sebagai CPNS. Kasus itu mencuat ke publik setelah aksi demo honorer K2 di DPRK Aceh Barat.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved