Saluran Tersier Rusak Parah

Para petani di Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami kendala serius untuk turun ke sawah

Saluran Tersier Rusak Parah
Areal persawahan milik petani di Simeulue mengalami kekeringan akibat tidak turun hujan sejak dalam sebulan terakhir. Foto direkam Minggu (29/10). 

* Petani Terkendala Turun ke Sawah

BLANGPIDIE - Para petani di Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami kendala serius untuk turun ke sawah dalam Musim Tanam (MT) Rendengan 2018/2019. Pasalnya, saluran tersier irigasi dalam kondisi rusak berat, sehingga suplai air ke puluhan hektare (ha) dikhawatirkan tersendat.

Jaringan tersier irigasi untuk mensuplai air ke sawah di kawasan tersebut mencapai panjang 1,7 kilometer. Kondisi saat ini, sebagian besar mengalami rusak berat, di mana saluran dari beton itu hancur sampai tidak beraturan lagi. “Saluran yang sudah diperbaiki atau dibangun baru hanya ratusan meter. Sedangkan, sisanya masih rusak berat dan tersebar di banyak titik,” kata Safrizal, petani asal Desa Padang Baru kepada Serambi, Jumat (7/12).

Dijelaskannya, saluran tersier irigasi di kawasan itu, selama sembilan tahun terakhir, tidak pernah diperbaiki. Imbasnya, petani di Padang Baru selalu kesulitan saat turun ke sawah karena suplai air tidak mencukupi. “Paling-paling yang masuk ke dalam areal sawah hanya sekitar 20 persen dari kebutuhan maksimal,” ulasnya.

Efek dari keadaan itu, beber dia, mengakibatkan setiap mulai jadwal turun ke sawah, banyak petani berebut air yang tidak jarang berujung terjadinya ketegangan sesama petani. “Makanya, kami sangat berharap saluran irigasi yang rusak itu segera diperbaiki agar petani tidak lagi bersitegang saat rebutan air,” pintanya.

Safrizal mengungkapkan, para petani sebenarnya sudah mengusulkan pembangunan saluran tersier irigasi yang di Desa Padang Baru ke instansi terkait. “Kami sudah berulangkali meyampaikan kepada Dinas PU, dan Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, bahkan termasuk kepada Balai Pertanian Provinsi Aceh. Tapi, entah kenapa belum ditangani dengan serius sampai sekarang, kecuali hanya dibangun saluran baru sepanjang ratusan meter belum lama ini,” tukasnya.

Tanam kacang tanah
Di sisi lain, Safrizal memaparkan, karena kesulitan mendapatkan suplai air memaksa sebagian petani di kawasan itu menanam kacang tanah di areal persawahan mereka. Sebab, para petani khawatir gagal panen jika tetap nekat menanam padi karena kekurangan air. “Jadi, daripada gagal panen, mereka memilih menanam kacang tanah yang tidak banyak memerlukan air,” tandasnya.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved