Tiga Rumah Terkurung Tembok

Tiga rumah warga Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, terkurung oleh tembok bangunan di sekelilingnya

Tiga Rumah Terkurung Tembok
Personel Ditpolair Polda Aceh memindahkan puluhan jerigen bahan bakar minyak (BBM) jenis solar hasil tangkapan, di Lampulo, Banda Aceh, Kamis (4/12). SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Tiga rumah warga Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, terkurung oleh tembok bangunan di sekelilingnya. Saat ini hanya ada akses untuk jalan kaki selebar 40 cm, sedangkan kendaraan roda dua sudah tidak bisa masuk lagi.

Ketiga rumah itu, milik Bahtiar (42) yang dihuni 6 jiwa, Nazaruddin (33) dihuni 2 jiwa, dan Asnawi (40) dihuni 4 jiwa. Ketiga keluarga tersebut masih dalam ikatan keluarga.

Bahtiar kepada Serambi, Selasa (4/12) mengatakan, dulu untuk menuju ke rumahnya terdapat lorong dengan lebar sekitar tiga meter. Namun setelah bencana tsunami 2004 lalu, lorong tersebut dimasukkan dalam perkarangan kantor Polisi Airud dan dilingkari pagar.

Meski lorongnya sudah masuk ke perkarangan kantor Airud, namun Bahtiar dan warga lainnya masih tetap memiliki akses masuk. Karena mereka bisa melewati lahan kosong di samping Airud, yang merupakan milik TNI-AL.

Namun sejak beberapa bulan lalu, di lahan milik TNI-AL itu mulai Dibangun kantor, asrama, dan dipagar keliling. Sehingga akses keluar masuk bagi ketiga keluarga tertutup. Jika di bagian depan tertutup Kantor Airud dan bangunan TNI AL, di belakang terhalang lahan kuburan.

Karena semua akses jalan utama sudah ditutup, akhirnya mereka diberi akses keluar masuk melalui jalan lain, yaitu bagian belakang bangunan TNI AL yang memiliki lebar sekitar 40 cm. Jalur itu hanya bisa dilalui oleh satu orang. “Saat ini jalan masuk yang baru itu hanya bisa dilalui satu orang saja, sedangkan kendaraan tidak bisa dimasukkan ke perkarangan rumah. Terpaksa lah kami menaruh kendaraan di meunasah gampong,” ujar Bahtiar.

Bahtiar berharap lorong lama yang biasa mereka gunakan sebelum tsunami dan saat ini masuk ke perkarangan Airud dapat dikembalikan. Supaya ketiga keluarga tersebut memiliki akses keluar masuk ke rumahnya secara leluasa. Bahtiar juga menunjukkan, bahwa keberadaan lorong itu tercatat pada denah dalam surat tanah milik mereka.

Sementara Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Hendra Budiansyah yang didampingi Kepala Dusun, Faisal mengatakan, awalnya ia mendapat laporan mengenai ada tiga rumah warga yang terkurung tembok, sehingga kondisi itu sangat disayangkan. Ia meminta supaya lorong yang biasa dilalui warga sebelum tsunami dan saat ini masuk ke perkarangan itu dapat dikembalikan fungsinya. Ia juga berharap pihak BPN Banda Aceh yang mengurusi masalah pertanahan dapat turun dan menyelesaikan masalah tersebut.

Sementara Karo Humas Polda Aceh, Ery Apriyono yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (5/12) di Mapolda Aceh mengatakan, belum mengetahui adanya permasalahan lahan tersebut. Namun, katanya, pihaknya akan menelusuri permasalahan itu.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved