Ulama Fokus Pedagang Kecil

Hasil muzakkarah ulama yang digelar pada Kamis (15/11) lalu menghasilkan sejumlah rekomendasi, khususnya modal usaha kepada pedagang kecil

Ulama Fokus Pedagang Kecil
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
PERSONEL Satpol PP dan WH Kota Subulussalam membantu pedagang sayur mayur di Jalan Malikussaleh samping terminal terpadu mengumpulkan dagangannya saat penertiban, Selasa (24/7/2018). 

* Minta Pemkab Sediakan Modal Usaha

SIGLI - Hasil muzakkarah ulama yang digelar pada Kamis (15/11) lalu menghasilkan sejumlah rekomendasi, khususnya modal usaha kepada pedagang kecil atau nyak-nyak pedagang sayur. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie diminta memplotkan anggaran bantuan modal usaha kepada pedagang kecil, sehingga terhindar dari rentenir dan riba.

Hasil muzakkarah ulama, salinannya diterima Serambi pada Jumat (7/12), dengan tim perumus meneken hasil muzakarah yakni Tgk H Ismi M Jalil, Ketua MPU Pidie. Selanjutnya Drs Tgk H Ilyas Abdullah, Wakil Ketua. H Yusmadi MSi, sekretaris dan anggota Tgk H Jailani Ismail SSos dan Tgk Mohm Waliyus Bakry.

Dalam salinan itu, ada empat poin hasil muzakarrah yang dihasilkan, seperti permintaan diberi modal usaha untuk nyak-nyak pada poin ke empat. Sedangkan poin pertama menyebutkan, ekonomi keuangan syariah telah terbukti mampu mengatasi problematika umat dalam masalah keuangan.

Untuk itu Kabupaten Pidie, wajib memberlakukan sistem ekonomi keuangan melalui pembentukan Komite Daerah Keuangan Syariah. Untuk poin kedua, mendorong Pemkab dan DPRK Pidie merumuskan serta menetapkan qanun terkait operasional pelaksanaan ekonomi keuangan syariah secara menyeluruh.

Kemudian, poin ke tiga, Pemkab Pidie diharapkan dapat mendorong akselerasi pembentukan koperasi syariah melalui konversi koperasi konvensional ke koperasi berbasis syariah. Hasil muzakarah ini nantinya akan diteruskan ke Bupati Pidie dan lintas sektor lainnya.

Sebelumnya, sekitar 100 ulama se-Kabupaten Pidie berkumpul di oproom Setdakab Pidie, Kamis (15/11), termasuk Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA. Perhelatan ulama itu menggelar muzakarah, membahas persoalan utama umat Islam saat ini, rentenir dan riba.

Bupati Pidie, Roni Ahmad yang akrab disapa Abusyik saat membuka kegiatan menyatakan muzakarah ulama ini bukan hanya untuk silaturrahmi, tetapi juga sebagai ajang menjawab tantangan saat ini. “Muzakarah ini juga sebagai momentum menyatukan langkah ulama dan umara untuk menjawab tantangan saat ini,” katanya.

Dia menyatakan MPU memiliki peran penting dalam memberi nasihat kepada pemerintah, khususnya tentang penegakan umat dalam mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh umara. Abusyik juga meminta dibahas soal makanan yang banyak mengandung unsur kimia dan rumah sakit tidak memiliki kamar kosong karena banyak pasien yang berobat.

Tetapi, topik utama yang dibahas dalam muzakarah ini tentang antisipasi riba dan rentenir serta solusinya yang disampaikah oleh Ketua MPU Aceh. Disebutkan, tidak dapat disangkal lagi, perkoperasian atau pinjam-meminjam disertai bunga. “Padahal, bunga menurut hukum islam adalah riba, karena itu adalah kelebihan yang disyaratkan,” ujarnya.

Ketua Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Pidie, Tgk H Bismi A Jalil mengatakan muzakarah ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. “Kiranya dapat memberikan sumbangsih untuk mencarikan solusi soal riba dan rentenir dan forum ini sangat tepat mengangkat isu strategis ini,” katanya.

Dikatakan, praktek rentenir terus berkembang, seperti para pedagang kecil memperoleh pinjaman untuk modal usaha melalui rentenir. “Kita perlu bahasa sama dan diharapkan peserta lebih pro-aktif mencegah hal yang melanggar syariat Islam, sehingga hasil rekomendasi, nantinya bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat,” katanya.(aya)

rekomendasi ulama
* Pembentukan Komite Daerah Keuangan Syariah
* Qanun operasional ekonomi keuangan syariah
* Konversi koperasi konvensional ke syariah
* Modal usaha pedagang kecil atau nyak-nyak

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved