Abusyik Ingatkan Makanan Berbahaya

Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik mengingatkan warga atas makanan berbahaya yang dapat merusak kesehatan

Abusyik Ingatkan Makanan Berbahaya
Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik)

* Khususnya yang Mengandung Bahan Kimia

SIGLI - Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik mengingatkan warga atas makanan berbahaya yang dapat merusak kesehatan, sehingga harus masuk rumah sakit. Dia berharap warga menghindari makanan yang mengandung bahan kimia dan beralih menggalakkan hidup sehat dengan makanan tanpa berbahan kimia.

Dia berharap masyarakat agar tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia secara berlebihan, karena rentan terkena penyakit. Dia beralasan, karena di rumah sakit Pidie ataupun di Aceh sudah penuh, disesaki warga yang berobat dengan berbagai jenis penyakit.

“Hal ini menunjukkan gambaran kepada kita, bahwa kita sudah sangat parah mengkonsumsi kimia, makanya mari kita semua menggalakkan hidup sehat tanpa kimia,” imbau Abusyik.

Hal itu disampaikannya seusai penyerahkan dua unit mobil ambulans di sela-sela mengikuti kegiatan bertajuk ‘Pergerakan Massa Sebagai Implementasi Kampanye Gerakan Masyarakat Dalam Percepatan Pencegahan ‘Stunting’ Melalui Edukasi Sajian ‘Isi Piringku’ di halaman Dinkes pada Sabtu (8/12).

Dia juga mengingatkan para Kepala Puskesmas agar menggunakan mobil ambulans untuk membantu warga yang sakit atau membawa pasien ke rumah sakit. Dia menegaskan fasilitas itu yang diberikan pemerintah bukan digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi melayani masyarakat.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pidie menyerahkan dua unit ambulans kepada Puskesmas Padang Tiji dan Puskesmas Pidie. Masyarakat diharapkan mengetahui nomor telepon Puskesmas, sehingga saat ada warga yang sakit, maka dapat langsung menghubungi untuk meminta bantuan membawa pasien ke rumah sakit.

Penyerahkan dilaksanakan oleh Bupati Pidie, Roni Ahmad yang menyatakan dua unit ambulans yang diberikan kepada Puskesmas Pidie dan Padang Tiji harus dijaga dan dirawat dengan baik. Dia menegaskan harus digunakan untuk mengantar pasien dan kegiatan sosial lainnya.

Dia juga meminta para keuchik agar meminta nomor telepon Puskesmas, sehingga saat ada warga yang sakit, maka bisa langsung menghubungi Puskesmas. “Selama ini, ada warga menggunakan beca mesin saat membawa keluarganya ke rumah sakit, padahal telah disiagakan ambulan di setiap Puskesmas untuk membawa warga ke rumah sakit,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinkes Pidie, Fauzi Harfa SKM MM mengatakan menyerahkan ambulan ke dua Puskesmas itu, karena wilayah kerja sangat luas dan jumlah penduduk juga banyak. “Puskesmas yang memiliki dua ambulan merupakan ujung tombak dinas, baik dalam menangani pasien darurat, termasuk korban kecelakaan lalulintas di jalan raya,” ujarnya.

Dia menyatakan ambulan juga bisa digunakan untuk kegiatan sosial, bencana, cambuk dan lainnya. Dia mengatakan 26 Puskesmas telah memiliki ambulan, tetapi sopir masih berstatus tenaga kontrak 26 orang dan dibantu sopir PNS, khususnya Puskesmas yang memiliki dua ambulan.

“Kami minta Kepala Puskesmas supaya mensosialisasikan nomor telepon kepada keuchik maupun kepada warga, sehingga saat ada warga yang sakit, maka bisa menghubungi Puskesmas,” harapnya. Dia mengakui ada warga yang belum mengetahui ada ambulan di Puskesmas, sehingga sering menggunakan beca untuk mengantar keluarganya yang sakit ke rumah sakit.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved