HUDA Gelar Musyawarah

Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), 7-8 Desember 2018, menggelar Musyawarah Majelis Syuyukh

HUDA Gelar Musyawarah
IST
KADIS Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny SAg MM foto bersama dengan para ulama pada pembukaan musyawarah HUDA di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Jumat (7/12) malam.

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), 7-8 Desember 2018, menggelar Musyawarah Majelis Syuyukh (Lembaga Kehormatan), Majelis Syuriah (Badan Musyawarah), dan Majelis Tanfidz (Formatur Pengurus HUDA). Acara yang berlangsung di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, itu dibuka Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El-Madny SAg MM, Jumat (7/12) malam.

Ketua Panitia, Tgk Muhibban M Hajjad dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang sudah memfasilitasi acara tersebut. Menurutnya, musyawarah itu diikuti seluruh PB HUDA. Dikatakan, Majelis Syuyukh adalah lembaga yang berfungsi memberikan pertimbangan dan nasihat kepada pimpinan. Mereka terdiri atas para ulama kharismatik Aceh yang tak hanya dituakan dalam konteks usia, tapi juga kedalaman ilmu pengetahuan, agama, dan spritualnya.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El-Madny SAg MM saat membuka acara itu menyampaikan, makin seringnya Pemerintah Aceh memfasilitasi acara dengan ulama akan memberi berkah tersendiri dan makin banyak pula masukan-masukan yang didapat dari silaturahmi tersebut. Hal itu sesuai dengan visi Aceh Hebat yaitu memperkuat pelaksanaan syariat Islam beserta nilai-nilai keislaman dan budaya keacehan dalam kehidupan masyarakat dengan iktikad Ahlussunnah Waljamaah yang bersumber hukum Mazhab Syafi’iyah dengan tetap menghormati mazhab yang lain.

Usamah juga menyampaikan salam dari Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, sekaligus berpesan agar Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus Memfasilitasi kegiatan-kegiatan Himpunan Ulama Dayah Aceh.

Abu Usman Kuta Krueng saat memberikan tausiah singkat pada pembukaan musyawarah itu menyampaikan agar masyarakat Aceh senantiasa melaksanakan perintah Allah SWT serta mendengar dan mempedomani seruan-seruan ulama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Ulama Warrasatul Anbiya. Ulama adalah pewaris para Nabi. Ulama tidak mewariskan apa-apa selain ilmu yang bermanfaat kepada umat,” tegas Abu Kuta.

Hadir dalam Rapat Majelis Syuyukh, Majlis Syura, dan Majlis Tanfidz HUDA antara lain Abu Usman Kuta Krueng, Waled Nuruzzahri Samalanga, Abu Tanjong Bungong, Abu Lamkawe, Tgk Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop), Tgk H Muhammad Amin (Ayah Cot Trueng), Abi Lampisang, Tgk Hasbi Al-Bayuni, dan Abiya Anwar Kuta Krueng.(rel/jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved