Jaksa Diminta Jemput Oknum DPRK Agara

Gagalnya eksekusi cambuk terhadap Anggota DPRK Aceh Tenggara (Agara), Timbul Hasudungan Samosir

Jaksa Diminta Jemput Oknum DPRK Agara
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Seorang wanita terpidana zina di Lhokseumawe menangis terus-menerus dan sempat menolak dicambuk saat eksekusi hukuman cambuk di Stadion Tunas Bangsa Lhoksuemawe 

* Tiga Kali Mangkir dari Hukuman Cambuk

KUTACANE - Gagalnya eksekusi cambuk terhadap Anggota DPRK Aceh Tenggara (Agara), Timbul Hasudungan Samosir, mulai jadi sorotan. Diduga kuat ada indikasi permainan sehingga politisi PDI-P tersebut bisa berkali-kali lolos dari eksekusi cambuk yang telah dijadwalkan.

“Ini sudah tiga kali gagal dicambuk, sementara yang lainnya telah dicambuk. Jangan-jangan ada permainan,” tuding Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara, M Saleh Selian, kepada Serambi, Sabtu (8/12).

Timbul Hasudungan terjaring razia polisi pada 7 April 2018 lalu di arena judi sabung ayam. Dia dijatuhi hukuman sebanyak 12 kali cambukan. Awalnya, eksekusi cambuk diagendakan pada 9 November 2018, namun gagal sehingga dijadwal ulang pada 16 November 2018.

Pada penjadwalan kedua itu, eksekusi juga gagal dan pihak Kejaksaan kembali menjadwalkan untuk ketiga kalinya pada 7 Desember 2018, dan itu pun ternyata lagi-lagi gagal.

Ini lah yang menyebabkan Bupati LIRA Agara mencurigai adanya permainan. Apalagi hukuman cambuk itu dijatuhkan atas pilihan Timbul sendiri selaku nonmuslim.

M Saleh Selian menilai bahwa pihak Kejaksaan seperti sengaja membiarkan ketidakhadiran Timbul. Padahal seharusnya, setelah dua kali mangkir, Kejaksaan bisa melakukan upaya lebih tegas dengan melakukan pemanggilan paksa. “Sudah dua kali mangkir dari panggilan, ini berarti memang ada itikad tidak baik. Harusnya dilakukan pemanggilan paksa,” imbuhnya.

Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa politisi PDIP ini menghargai penegak hukum. Karena itu, belajar pada kegagalan ketiga dan untuk menghindari ketidakhadiran Timbul Hasudungan pada pelaksanaan eksekusi cambuk pekan depan, LIRA meminta Kejaksaan melakukan penahanan sementara terhadap yang bersangkutan.

“Jaksa harus menahan yang bersangkutan agar tidak lagi muncul asumsi negatif di masyarakat. Hukum harus ditegakkan. Jangan sampai tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” pungkas Bupati LIRA Agara ini.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Agara, Kasiman, tidak ingin berkomentar banyak. Ia hanya mengakui jika memang ada kadernya yang tersangkut kasus maisir dan saat ini sedang dalam proses eksekusi cambuk. Tetapi pihaknya mengaku tidak pernah diberitahu tentang pelaksanaan proses hukum tersebut.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved