Korban Banjir Masih di Tenda

Korban banjir di Desa Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, hingga Sabtu (8/12) kemarin masih

Korban Banjir Masih di Tenda
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
RUMAH milik Nazariah, warga Gampong Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, roboh diterjang banjir kiriman, 

LHOKSUKON – Korban banjir di Desa Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, hingga Sabtu (8/12) kemarin masih tinggal di bawah tenda. Mereka berjumlah enam kepala keluarga (KK/17 jiwa) dan dua KK lagi (9 jiwa) mengungsi di rumah warga.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tiga rumah yang hancur dibawa arus banjir milik Juwairiah, Muridi dan rumah anaknya, Zulfitri. Sedangkan yang rusak parah adalah rumah M Hasan Adam, Asri Daud, Tgk Abadi, dan Idris Amin. Sedangkan puluhan lainnya rusak ringan.

“Korban banjir di desa kami masih mengungsi. Enam KK berada di empat tenda terpisah,” lapor Sekdes Kumbang, M Yahya kepada Serambi, Sabtu (8/12).

Mereka yang bertahan di pengungsian terdiri dari Juwairiah Amin satu dengan tenda dengan Mawardi. Kemudian, Muridi dengan Fitriadi. Sementara Zulfitri dan Tgk Abadi. Sedangkan dua KK lagi, M Hasan Adam dan Iskandar masih mengungsi di rumah warga.

Disebutkan Yahya, untuk pembangunan rumah yang hanyut sudah dimulai dua hari lalu. Diprediksikan akan rampung sekitar sepekan kemudian. Sedangkan untuk rumah yang rusak parah akan direhab setelah pembangunan rumah tuntas. “Untuk kebutuhan sehari-hari, Insya Allah masih cukup,” ungkap Sekdes Kumbang.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar kepada Serambi menyebutkan, untuk pembangunan tiga unit rumah tersebut dana yang dialokasikan mencapai Rp 124,8 juta. Masing-masing Rp 44,9 juta untuk rumah Juwairiah Amin, dan Muridi. Sedangkan untuk Zulfitri Rp 30 juta.

“Untuk Juwairiah dan Muridi dibangun rumah dengan dua kamar. Karena dalam satu rumah mereka, tinggal dua KK. Sedangkan untuk Zulfitri rumah satu kamar, karena tinggal satu KK. Untuk rehab akan akan dilaksanakan setelah pembangunan rumah tersebut rampung dikerjakan,” sebut Munawar.

Pada kesempatan itu, Munawar menambahkan, pihaknya sudah memperbaiki tanggul sungai di kawasan Desa Kumbang. Sedangkan di Desa Mancang dan Tanjong Awe, Kecamatan Samudera, dalam proses perbaikan. Direncanakan, dalam waktu dekat ini segera rampung pekerjaannya. “Untuk Tanjong Awe dan Desa Mancang sudah selesai 80 persen. Tak lama lagi tanggul itu akan selesai,” pungkasnya.

Puluhan hektar tanaman padi yang sudah ditanam di Kecamatan Jeumpa dan Peudada, Bireuen hingga kemarin masih terendam air menyusul banjir pada Kamis (6/12) malam. “Puluhan warga yang terpaksa mengungsi ke meunasah sudah kembali ke rumah masing-masing, karena banjir sudah surut,” lapor Sekcam Jeumpa, Tarmizi ST kepada Serambi kemarin.

Pada sisi lain, dia menyebutkan, dampak banjir juga mengakibatkan rumah milik Anwar Syukri di Desa Teupok Baroh, Jeumpa, rusak. Rumah semi permanen ditempati adiknya, Muhammad (25) bersama istri dan dua anaknya, rusak setelah satu pohon mangga tumbang ke atas rumah itu.

Ditambahkan Sekcam, dua dari 19 desa di kawasan Jeumpa yang mengalami banjir paling parah yakni Desa Teupok Tunong dan Teupok Baroh. Akibatnya, banyak warga terpaksa mengungsi. “Walaupun banjir sudah mulai surut, sejumlah rumah masih tergenang di Desa Tupok Tunong, “ sebut Tarmizi.

Sekcam menyebutkan, sebagian areal persawahan yang sudah ditanami padi, namun hingga kemarin masih terendam banjir. “Banjir memang sudah surut, namun areal persawahan masih teredam. Selain itu, sejumlah ruas jalan di Jeumpa juga digerus banjir,” pungkasnya.

Kepala Dinas Sosial Bireuen, Drs Murdani kepada Serambi kemarin mengatakan, kondisi terjadi banjir yang terjadi di lima kecamatan dan meliputi 27 desa sudah mulai surut. Namun, air masih menggenangi beberapa desa terutama di areal persawahan. “Warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing,” sebut Murdani.(jaf/yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved