Kupi Beungoh

Membangun Dayah Model Aceh di Moro Filipina, Mungkinkah?

Dalam perjalanan darat di beberapa daerah Mindanao, tak ubahnya sepertinya zaman konflik RI - GAM (Gerakan Aceh Merdeka) tempo dulu.

Membangun Dayah Model Aceh di Moro Filipina, Mungkinkah?
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Tgk Muhammad Faisal, Pimpinan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, berfoto bersama pejuang Moro saat kunjungan ke Mindanao, beberapa hari lalu. 

Oleh Tgk Muhammad Faisal *)

SETELAH mengikuti serangkaian kegiatan diskusi dan silaturahim dengan berbagai komunitas Islam di Mindanao, Filipina, menarik bagi saya untuk berbagi beberapa hal yang ditemukan di Mindanoa ini.

Serangkaian kegiatan dihadiri oleh para ulama, kombatan pejuang Moro Islamic Liberation Front (MILF), pelajar muslim, NGO, dan aktifis lintas organisasi, mulai dari tanggal 10 sampai 16 November 2018.

Menurut saya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi komunitas muslim di Mindanao, tapi juga terkhusus bagi kita yang berada di Indonesia.

Karena melalui program ini, kami mempunyai kesempatan untuk saling belajar satu dengan yang lain.

Perjumpaan kami dengan komunitas muslim Mindanao dengan berbagai kompleksitas persoalan politik, sosial dan agama yang mereka hadapi, telah memperkaya pengalaman dan pandangan kami tentang masa depan dan tantangan umat Islam ke depan di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam menghadapi ekstrimisme.

Kunjungan saya ke Mindanao berselang seminggu setelah kunjungan 25 orang kombatan MILF dan beberapa perwakilan dari United Nations Development Programs (UNDP) dalam rangka studi banding ke Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Siem, Darussalam, Aceh, Selasa 23 Oktober 2018.

Baca: Dipimpin Abunawas, Delegasi Moro Islamic Liberation Front (MILF) Belajar Implementasi Damai ke Aceh

Saya diundang ke Mindanao untuk mempersentasikan lebih mendalam tentang kurikurikum dayah di Aceh kepada santri dan pengurus pesantren di Mindanao, Filipina.

Asumsi saya, ini adalah bentuk keseriusan pihak MILF, UNDP, dan pemerintah Filipina untuk mencari format pendidikan Islam moderat yang jauh dari radikalisme dan terorisme.

Asas dasar yang mereka cari adalah, pendidikan berkarakter tawassuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh sebagaimana pendidilkan kita di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved