Polisi Tembak Napi Kabur Saat Ditemukan di Meulaboh

Tim Polres Aceh Barat, Minggu (9/12) sore sekira pukul 17.00 WIB memergoki seorang napi yang kabur

Polisi Tembak Napi Kabur Saat Ditemukan di Meulaboh
SERAMBI/RIZWAN
Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa (tiga kiri) didampingi Kasat Reskrim, Iptu M Isral melihat Kurniawan (37) napi LP Kelas IIA Banda Aceh yang kabur ketika berhasil ditangkap di Meulaboh, Aceh Barat. Foto direkam di RS Cut Nyak Dhien, Meulaboh 

MEULABOH – Tim Polres Aceh Barat, Minggu (9/12) sore sekira pukul 17.00 WIB memergoki seorang napi yang kabur dari LP Kelas IIA Banda Aceh dan terpaksa melumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena dilaporkan berusaha melawan saat akan diringkus.

Napi yang berhasil ditangkap tersebut bernawa Kurniawan (37), terpidana lima tahun penjara karena kasus narkoba. Kurniawan merupakan salah satu dari 113 napi dan tahanan yang kabur dari LP Banda Aceh, dua pekan lalu. Ketika insiden pelarian itu terjadi, sisa hukuman Kurniawan dilaporkan masih 4 tahun 11 bulan lagi.

Menurut informasi yang diterima Serambi, Kurniawan tercatat sebagai warga Gampong Suak Pandan, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. Setelah berhasil keluar dari LP Banda Aceh pada malam itu dia langsung kabur dengan mengarah ke barat melalui Mataie, Aceh Besar. Dia berjalan kaki sambil bersembunyi di sepanjang perjalanan hingga akhirnya mencapai Meulaboh dalam waktu lima hari.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Praksa SIK didampingi Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK kepada Serambi mengatakan, Kurniawan terlihat oleh anggotanya ketika berada di Jalan Kayu Putih, Meulaboh sekitar pukul 17.00 WIB, Minggu (9/12). “Kurniawan memang sudah diintai, makanya ketika terlihat di Jalan Kayu Putih Meulaboh langsung dilakukan upaya penangkapan,” kata AKBP Bobby.

Namun, lanjut Kapolres Aceh Barat, napi tersebut tetap berusaha lari ketika akan ditangkap bahkan melawan polisi. Tidak mau ambil risiko, polisi melumpuhkan dengan tembakan ke bagian kaki dan mengenai kaki kiri. Dengan kondisi luka tembak, polisi membawa Kurniawan ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulabou untuk penanganan medis.

“Kondisinya tetap sehat dan bisa menjawab dengan lancar pertanyaan yang kita ajukan,” kata AKBP Raden Bobby.

Kapolres Aceh Barat menjelaskan, dari 113 napi yang kabur dari LP Banda Aceh beberapa hari lalu, dua di antaranya asal Aceh Barat, termasuk Kurniawan. Seorang lagi masih dalam pengejaran.

Terhadap Kurniawan, lanjut Bobby, setelah penanganan medis pihaknya akan berkoordinasi dengan LP Banda Aceh untuk langkah selanjutnya termasuk mengantar napi bersangkutan ke Banda Aceh guna menjalani kembali hukumannya hingga tuntas. Dari pemeriksaan terungkap Kurniawan tersandung kasus narkotika jenis ganja dengan hukuman lima tahun penjara yang masih harus dijalaninya 4 tahun 11 bulan lagi.

Jalan kaki
Napi Kurniawan menjawab pertanyaan Kapolres Aceh Barat mengatakan, dirinya lari dari LP Banda Aceh karena ikut napi lain apalagi pintu LP sudah terbuka. Dirinya lari semula ke arah Mataie dan singgah di beberapa tempat dengan berjalan kaki dari Banda Aceh hingga ke Meulaboh. “Lima hari saya jalan kaki dari Banda Aceh,” ujar Kurniawan.

Dikatakannya, dalam perjalanan ke kampung halamannya, dirinya kerap bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain. “Saya lari karena pintu LP sudah terbuka. Soal lain saya tidak tahu,” ujar pria yang mengaku berstatus duda dan sudah tiga kali menikah.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved