Tafakur

Hidup Berkah

Penjual dan pembeli keduanya bebas memilih selagi keduanya belum berpisah. Maka jika keduanya jujur dan saling

Hidup Berkah

Oleh: Jarjani Usman

“Penjual dan pembeli keduanya bebas memilih selagi keduanya belum berpisah. Maka jika keduanya jujur dan saling menjelaskan dengan benar, maka akan diberkahi pada bisnis keduanya. Namun jika menyembunyikan cacat dan dusta, maka terhapuslah keberkahan jual beli tersebut” (HR. Bukhari & Muslim).

Bergelut antara mengutamakan keuntungan yang banyak atau keberkahan merupakan perjuangan berat harian, terutama dalam perdagangan. Sebahagian orang cenderung menuruti hawa nafsunya dengan mengabaikan keberkahannya. Misalnya menjual barang-barang dengan cara menutupi cacatnya, agar pembeli menyukai dan membelinya.

Padahal berkah sangat sangat penting bagi kehidupan kita dunia dan akhirat. Berkah itu bermakna nikmat, kebaikan atau tambahan kebaikan. Bila kita mengutamakan keberkahan, Allah akan meridhainya. Hidup akan nikmat. Harta, walaupun sedikit, akan terasa cukup. Pahala akan mengalir kepada hamba-hamba yang berbuat demikian. Seterusnya itu merupakan pengamalan sekaligus komitmen dan kerelaan untuk mengutamakan ajaran Islam. Sebaliknya, bila mengutamakan keuntungan (yang banyak) dengan cara yang tidak jujur, Allah akan membencinya. Yang mengalir kepada diri kita adalah dosa.

Singkatnya, sangat banyak kebaikan yang diperoleh bila mengutamakan cara hidup yang berkah. Jadi kita perlu berusaha untuk menuntun diri di jalur yang penuh berkah, agar kehidupan yang kita jalani senantiasa nikmat dunia dan akhirat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved