Lukisan Alam Pantai Alue Naga

MENYAMBANGI tempat wisata tatkala akhir pekan tiba, bisa menjadi pilihan menyenangkan

Lukisan Alam Pantai Alue Naga
SERAMBI/NURUL HAYATI
SUASANA sore di Pantai Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Foto direkam beberapa hari lalu. 

MENYAMBANGI tempat wisata tatkala akhir pekan tiba, bisa menjadi pilihan menyenangkan. Jika Anda warga Banda Aceh, tentu tak asing dengan Pantai Alue Naga. Ya, pantai itu cukup populer di kalangan mahasiswa. Tak heran, lokasi di pinggiran kota dan akses menuju lokasi yang sangat mudah, menjadikan tempat ini tak sepi pengunjung, pun saat hari biasa. Seperti pemandangan saat Serambi menyambangi Pantai Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (30/11) lalu.

Alue Naga menyuguhkan panorama berupa muara sungai, pantai, dan gugusan pulau dalam satu lansekap. Menuju lokasi, Anda akan disambut jejeran pohon pinus yang ‘memagari’ jalan. Dengan pemandangan berupa muara sungai di sebelah kiri dan hutan mangrove di sebelah kanannya. Muara sungai nan permai membayang saat bias sinar matahari jatuh dan membuat permukaannya bermandikan cahaya. Sementara pohon-pohon bakau di sisi lain, menghijau menampilkan bayangan pada permukaan air.

Sejumlah warga terlihat memecah riak muara dengan terjun ke dalaman air setinggi pinggang orang dewasa. Mereka mencoba peruntungan dengan mencari tiram, spesies hewan yang habitatnya hidup di air muara. Selanjutnya pemandangan khas kampung nelayan menyambut Anda. Perahu warna warni tertambat di muara. Tangan cekatan nelayan, terlihat piawai memainkan perkakas guna memperbaiki perahu. Menderu bersama suara boat motor yang berlayar membelah muara.

“Kalau tarek pukat (menarik pukat darat) sering di tengah lautan, karena di sini hampir tak ada bibir pantai,” ujar pemilik pondok rujak yang tak mau disebut namanya.

Ya, Pantai Alue Naga menjadi buruan para pemancing. Batu pemecah ombak yang berdiri gagah menjadi tempat bagi mereka melempar kail dan menanti dengan sabar umpannya disambar ikan. Kebanyakan dari mereka yang datang memancing, untuk sekedar hobi. Batu pemecah ombak yang menjorok ke pantai menyerupai dermaga tersebut, berbagi tempat dengan kawula mudanya yang berburu matahari tenggelam. Serta tentu saja mengabadikan keindahan alam Pantai Alue Naga.

Sementara yang lain memilih bersantai ria sembari menikmati makanan ringan di deretan pondok dan kursi panjang yang ditata menghadap laut. Melempar pandangan mengagumi keindahan pantai dan meresapi kedamaian bersama alam.(nurul hayati)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved