Apa Karya Sebut Malik Mahmud tak Jalankan Fungsi

Mantan menteri pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Zakaria Saman menilai Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar

Apa Karya Sebut Malik Mahmud tak Jalankan Fungsi
Zakaria Saman (Apa Karya). 

Setelah menjabat, lanjut Apa Karya, Malik Mahmud tidak menjalankan fungsinya hingga masa tugasnya akan berakhir pada 16 Desember 2018.

Seharusnya, seorang wali harus mengayomi semua masyarakat Aceh tanpa pandang bulu, apakah itu suku jawa atau cina. Apa Karya juga menyatakan, seorang wali tidak boleh masuk ke ranah politik.

Baca: Wali Nanggroe Malik Mahmud Minta Partai Aceh Tingkatkan Suara pada Pemilu 2019

Baca: Malik Mahmud Didesak Mundur

Karena merasa kecewa atas kinerja Wali Nanggroe saat ini, Apa Karya menyatakan tidak mendukung siapapun yang maju dalam pemilihan calon Wali Nanggroe X. Di sisi lain, Apa Karya juga menegaskan bahwa dirinya tidak sepakat jika ada wacana pembubaran Lembaga Wali Nanggroe.

Tak ingin maju
Dalam kesempatan itu, Apa Karya juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak berkeinginan untuk maju sebagai Wali Nanggroe X. Jika banyak masyarakat yang mendesak, bagaimana?

“Itu nanti kita lihat,” jawab Apa Karya sambil tersenyum.

Yang pasti untuk saat ini, Apa Karya mengaku tidak mendukung siapapun yang maju sebagai calon wali.

Terkait Malik Mahmud yang ingin maju kembali karena alasan banyak persoalan Aceh belum selesai, Apa Karya mengatakan, “lima tahun belakang apa jadi, apa jamin lima tahun lagi,” katanya.

Ketika ditanya apa kesalahan mendasar Malik Mahmud selama menjabat Wali Nanggroe? Apa Karya menjawabnya dengan mengacu pada hadih maja (kata-kata mengandung hikmah tentang empat jenis paleh/kejahatan).

Paleh raja, geudeungo haba bak beranggasoe. (Ini bermakna) seorang pemimpin mana bisa orang-orang jahat kita dengar, itu salah,” kata Apa Karya sambil menyebut tiga paleh lainnya, yaitu paleh rakyat peuget rapat rata sagoe, paleh inong kuat teumanyong watee woe lakoe, paleh agam sipat kuwah bileung asoe.

Baca: Malik Maju Lagi

Komisi Pemilihan
Secara terpisah, Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Dedi Saputra mendesak Tuha Peuet Lembaga Wali Nanggroe untuk segera membentuk Komisi Pemilihan Wali Nanggroe X mengingat masa jabatan Malik Mahmud akan berakhir pada 16 Desember 2018.

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved