Beredar Kabar Anggota KPU Dapat Ancaman Dibunuh jika Tak Menangkan Jokowi, Polri Pastikan Hoax

Namun, pihak Kepolisian RI atau Polri mengklarifikasi informasi yang beredar itu sebagai kabar bohong atau hoaks.

Beredar Kabar Anggota KPU Dapat Ancaman Dibunuh jika Tak Menangkan Jokowi, Polri Pastikan Hoax
Facebook/Kompas.com
Hoaks Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2016, Husni Kamil Manik meninggal dunia karena dibunuh.(Facebook) 

SERAMBINEWS.COM - Belum lama ini beredar kabar yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa ada ancaman terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum terkait Pemilihan Presiden 2019.

Sebuah post di media sosial menulis bahwa anggota KPU diancam dibunuh jika tidak memenangkan petahana Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Dalam unggahan itu yang disertai foto itu juga disebutkan bahwa Bupati Fakfak di Papua Barat meninggal dengan cara diracun karena berniat membongkar kasus korupsi.

Unggahan itu juga menyinggung mengenai meninggalnya mantan Ketua KPU Husni Kamil Manik pada 7 Juli 2016.

Menurut pengunggah, Husni meninggal karena diracun setelah berupaya membongkar skandal Pemilu 2014.

Namun, pihak Kepolisian RI atau Polri mengklarifikasi informasi yang beredar itu sebagai kabar bohong atau hoaks.

Narasi yang beredar:

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, salah satu pengguna Facebook mengunggah dua foto yang memperlihatkan jenazah.

Hingga saat ini belum diketahui siapa dua orang dalam foto tersebut.

Namun, pengunggah memberikan caption pada dua foto tersebut sebagai berikut: "Bupati Fakfak papua di racun karena membongkar kasus korupsi. Begitu pun dengan KPU RI mereka juga di ancam akan di bunuh jika tahun depan tidak memenangkan Woko widodo di pilpres 2019 ingat sejarah tahun 2014 ada yang di racun karena mau bongkar kecurangan pilpres 2014 husni kamil."

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved