Beredar Poster Kim Jong Un Pakai Masker Kecantikan Produksi Korea Selatan

Perusahaan bernama 5149 tersebut dilaporkan memasang poster berisi wajah Pemimpin Korut Kim Jong Un mengenakan masker kecantikan.

Beredar Poster Kim Jong Un Pakai Masker Kecantikan Produksi Korea Selatan
via Sky News
Seperti inilah wajah Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang ditampilkan mengenakan masker kecantikan sebagai bahan promosi sebuah perusahaan di Korea Selatan. 

SERAMBINEWS.COM - Mencairnya hubungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) dimanfaatkan sebuah perusahaan perawatan kecantikan untuk memasarkan produknya.

Perusahaan bernama 5149 tersebut dilaporkan memasang poster berisi wajah Pemimpin Korut Kim Jong Un mengenakan masker kecantikan.

Diwartakan Sky News dan SCMP Selasa (11/12/2018), poster itu memajang produk bernama "Masker Pelembab Nuklir Unifikasi" atau "Masker Nuklir".

"Terpujilah kelembaban untuk semua perempuan di Utara dan Selatan," demikian kalimat promosi yang dibuat seperti propaganda, seperti dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Baca: Pangeran Mohammed bin Salman Tengah dalam Sorotan Dunia, Masa Lalunya Dibongkar oleh Mantan Guru

Baca: Sang Adik Pastikan Ahok Bebas pada 24 Januari 2019, Siapkan Kejutan Usai Keluar Penjara

Baca: Kisah Jimmy Selamat dari Penembakan KKB: Diminta Mengaku jadi TNI dan Dieksekusi

Masker tersebut dilaporkan pada Juni, atau setelah Konferensi Tingkat Tinggi Antar-Korea antara Kim dengan Presiden Moon Jae-in.

Sejak pertemuan itu, media Korsel melaporkan perusahaan itu menjual 25.000 masker dengan harga per buah 4.000 won, atau Rp 51,758.

Perusahaan 5149 mengklaim, masker itu memiliki kandungan mineral dari Gunung Paektu yang dianggap keramat dan terletak di perbatasan China-Korut.

Pakar kecantikan Irene Kim mengutarakan, dia takut jika masker itu menjadi alat propaganda yang dipakai pemerintah negara komunis itu.

Beberapa tahun lalu, kata Irene, Korut merupakan ancaman terbesar bagi Korsel, di mana Kim dianggap diktator dan tiran yang berusaha mengganggu perdamaian dunia.

"Kini, dia merupakan representasi masker wajah yang tengah populer, saya tak suka jika promosinya dibalut agenda politik tertentu," tutur Irene.

Baca: Dianggap Terlalu Kritis Terhadap Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara TV

Baca: Kirim Surat Terbuka ke Jokowi, Kelompok Bersenjata Papua: Tuan Presiden, Perang Tidak Akan Berhenti

Baca: Nyelonong Masuk Tol Cipularang, Pemuda Naik Sepeda Motor Ngaku Tak Tahu yang Dilintasinya Jalan Tol

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved