Tafakur

Nikmatnya Bersyukur

Allah mengajak kita menjadi hamba-hamba yang beriman yang pandai bersyukur. Jika mampu menjadi hamba-hamba

Nikmatnya Bersyukur

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

Allah mengajak kita menjadi hamba-hamba yang beriman yang pandai bersyukur. Jika mampu menjadi hamba-hamba demikian, hidup ini akan senantiasa terasa nikmat.

Tak terkecuali juga kenikmatan yang diperoleh saat hidup dalam keadaan miskin. Bila hidup miskin tapi kaya hati atau mau bersabar, akan terasa nikmat juga. Apalagi hidup yang dilengkapi dengan harapan bahwa nasib akan berubah, meskipun membutuhkan waktu dan usaha yang terarah. Lagipula Allah telah berjanji akan mengubah nasib sesuatu kaum bila mau berusaha untuk mewujudkannya. Saat nasib berubah, segala kisah perjalanan hidup yang sempat ditimpa kepahitan akan menjadi indah untuk dikenang.

Makanya seseorang yang beriman mendapat pujian. Sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits: “Sungguh menakjubkan keadaan orang beriman. Sesungguhnya segala urusannya baik. Dan yang demikian tidak dapat dirasakan oleh siapapun selain orang beriman. Jika ia memperoleh kebahagiaan, maka ia bersyukur. Bersyukur itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa mudharat, maka ia bersabar. Dan bersabar itu baik baginya” (HR. Muslim).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved