Qanun RPJM Harus Dimanfaatkan

QANUN Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2017-2022 akan disahkan menjelang akhir tahun 2018

Qanun RPJM Harus Dimanfaatkan
IST
KETUA Pansus RPJM Dahlan Jamaluddin bersama anggotanya, sedang menyerahkan draf raqan RPJM 2017-2022 yang sudah final kepada Wakil Ketua I DPRA Sulaiman Abda Jumat (8/12) di ruang rapat pimpinan DPRA.

QANUN Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2017-2022 akan disahkan menjelang akhir tahun 2018. Ketua DPRA, Tgk Muhammad Sulaiman, mengingatkan agar qanun itu nanti jangan hanya digunakan sebagai kelengkapan dokumen dalam penyusunan RAPBA, tetapi harus benar-benar dijadikan pedoman dalam penyusunan program rencana jangka panjang (renja) dan rencana strategis (renstra) tahunan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA).

“Pemerintah pusat mewajibkan kepada kepala daerah yang baru membuat Qanun RPJM agar hasil kerjanya selama lima tahun menjadi terukur. Kalau dia mau mencalonkan kembali, masyarakat bisa menilai, apakah dia berhasil atau tidak dalam menjalankan pemerintahan lima tahun sebelumnya.” jelas Ketua DPRA kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (11/12).

Terkait rencana pengesahan pada akhir tahun nanti, Tgk Muhammad Sulaiman menyampaikan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada Ketua Pansus Raqan RPJM 2017-2022, H Dahlan Jamaluddin SIP para anggota dan staf ahli DPRA yaitu Rustam Efendi, Prof Abubakar, Prof Dr Rahman Lubis yang sudah bekerja maksimal dan profesional dalam menuntaskan draf Raqan RPJM tersebut. Apresiasai dan terima kasih juga diberikan kepada tim pembahas dari eksekutif.

“Informasi yang kami terima, banyak hal yang harus diperbaiki dalam isi draf raqan RPJM itu. Mulai dari BAB II dan III sampai seterusnya, harus dibedah kembali oleh Pansus RPJM. Draf awal yang dibuat pihak eksekutif masih datar-datar saja, belum tajam kepada hal apa yang ingin dicapai Pemerintah Aceh dalam lima tahun ke depan,” ungkap pria yang akrab disapa Tgk Amad di Tunong ini.

Misalnya program penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, peningkatan nilai tukar petani, peningkatan nilai tukar nelayan, peningkatan indek pembangunan manusia, peningkat nilai ekspor, dan indikator ekonomi sosial lainnya. Indikator-indikator tersebut ia katakan, belum memuat data-data terkini yang akurat karena masih menggunakan data lama yang sudah kedaluarsa.

“Kalau data itu terus kita gunakan, maka target lima tahun yang akan kita capai dengan belanja pembangunan per tahunnya antara Rp 15-17 triliun, hasilnya tidak akan maksimal, seperti yang terjadi lima tahun berjalan sebelumnya,” imbuh dia.

Menurut Tgk Ahmad di Tunong, penurunan penduduk miskin dan pengangguran di Aceh berjalan sangat lamban karena program yang dilakukan tidak mengena sasaran. Harusnya, sebelum program dibuat dan dilaksanakan, data tentang jumlah penduduk miskin di Aceh yang sebesar 15,50 persen atau sebanyak 806.000 dari jumlah penduduk 5,2 juta jiwa, harus sudah ada pada Kantor Bappeda Aceh.

“Penduduk miskin sebanyak 806.000 orang itu harus didata dengan baik. Setelah semua persoalan diketahui, baru disusun program dan kegiatan berdasarkan tupoksi SKPA. Ini yang belum dilakukan oleh SKPA dan Bappeda secara maksimal. Akibatnya pada waktu draf awal dokumen raqan RPJM 2017-2022 itu diserahkan kepada DPRA, tim pansus bersama staf ahlinya harus kerja keras membedah kembali isi draf raqan yang minim data itu,” beber Tgk Ahmad di Tunong.

Harus Jadi Acuan Penyusunan RAPBA
PANSUS DPRA berharap Rancangan Qanun RPJM 2017-2022 yang akan disahkan nanti harus benar-benar dijadikan acuan dalam penyusunan RAPBA Aceh 2020-2022. Dengan demikian, dana otonomi khusus (otsus) bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menyusun program dan kegiatan yang bisa mensejahterakan masyarakat Aceh.

“Harapan itu kita sampaikan agar sisa waktu penggunaan dana otsus yang tinggal 10 tahun lagi itu bisa dimanfaatkan oleh eksekutif untuk menyusun program dan kegitan yang bisa mensejahterakan masyarakat Aceh,” kata Ketua Pansus Raqan RPJM 2017-2022, H Dahlan Jamaluddin, kepada wartawan, Selasa (11/12).

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved