Seluruh Puskesmas Kota Langsa Sudah Terakreditasi

Seluruh Puskesmas di Kota Langsa yang berjumlah 5 unit telah resmi terakreditasi, terhitung sejak 29 November 2018

Seluruh Puskesmas Kota Langsa Sudah Terakreditasi
SERAMBI/ZUBIR
KEPALA Dinkes Langsa, dr Herman (kanan) didampingi Kabid SDK, Zubier SE memperlihatkan foto penghargaan dari Kemenkes RI atas terakreditasinya seluruh Puskesmas Kota Langsa, Selasa (12/11).

* Satu-Satunya di Provinsi Aceh

Seluruh Puskesmas di Kota Langsa yang berjumlah 5 unit telah resmi terakreditasi, terhitung sejak 29 November 2018. Prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras Pemko Langsa, Dinas Kesehatan Langsa dan juga pihak Puskesmas sendiri, sehingga menjadikan kota ini, satu-satunya yang meraih akreditasi 100 persen untuk Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Langsa, dr Herman, Selasa (11/12) menyatakan kesuksesan meraih akreditasi ini, bukan hanya terfokus pada faktor internal Puskesmas. “Kesuksesan ini berkat dukungan semua pihak dan lintas sektoral, selain pimpinan Puskesmas sampai staf, termasuk petugas kebersihan tanpa kecuali,” ujarnya.

Herman menjelaskan seluruh staf memiliki peran masing-masing yang harus dijaga, karena setiap individu mempunyai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

“Jika untuk faktor eksternal, yang harus dijaga adalah hubungan dan kerjasama yang baik dengan lintas sektor, tidak hanya dengan keuchik dan camat saja, namun juga dengan masyarakat,” jelasnya.

Mantan Ditektur RSUD Langsa ini menjelaskan ada tiga bagian yang dinilai dalam akreditasi. Ketiganya, bagian Administrasi dan Manajemen Puskesmas (ADMEN), Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).

“Elemen penilaian akreditasi relatif banyak, makanya sebelum proses penilaian, komitmen internal harus kuat, karena ini adalah pondasi utamanya. Apabila dari dalam saja tidak ada semangat, bagaimana mencapai hasil terbaik,” ujarnya.

Dia menjelaskan jika komitmen internal sudah bagus, tentunya baru bisa dilakukan pendampingan, baik itu pemahaman terhadap instrumen, penyusunan dokumen yang dipersyaratkan, hingga tahap implementasi, apakah sudah sesuai dengan yang tertulis.

“Setelah itu, baru dilakukan self-assesment selama setahun, bisa dua sampai tiga kali untuk melihat kemajuan. Apabila sudah memenuhi target, baru kita usulkan ke provinsi untuk dijadwalkan survei,” tuturnya.

Dia menargetkan Puskesmas yang maju reakreditasi ditargetkan bisa meraih status paripurna (prediket status tertinggi) pada 2019 mendatang. Diakuinya, hal itu tentunya tidak mudah, karena dokumen yang akan dinilai mulai dari tahun 2017 sampai 2019.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved