VIDEO - Bayi Kembar Tiga dan Ibunya Mendekam di Rutan Bireuen

Magfirah, saat ditemui di Rutan Bireuen, mengatakan, ia melahirkan tiga bayi kembarnya di RSUD Zubir Mahmud, Idi, Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Magfirah binti Zakirsyah (27), warga Desa Beuringin, Peureulak Barat, Aceh Timur, bersama tiga bayi kembarnya, sejak 23 hari lalu hingga kini, terpaksa mendekam atau tidur dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Bireuen.

Informasi yang dihimpun Serambi TV di Rutan Bireuen, Senin (10/12/2018) menyebutkan, Magfirah ditahan di Rutan Bireuen karena diduga tersangkut kasus penipuan atau calo CPNS tahun 2015.

Ia menjadi tahanan hakim di rutan tersebut sejak 16 November 2018 lalu. Namun sejak itu, Magfirah yang baru melahirkan tiga bayi kembarnya terpaksa ikut membawa bayinya mendekam dalam penjara.

Baca: Nyelonong Masuk Tol Cipularang, Pemuda Naik Sepeda Motor Ngaku Tak Tahu yang Dilintasinya Jalan Tol

Baca: Gagasan Sandiaga Uno soal Pembangunan Infrastruktur Tanpa Utang, Seperti Ini Penjelasannya

Baca: Peringatan Tsunami Aceh Tahun Ini Dipusatkan di Peukan Bada, Tausiyah Diisi Ustadz Abdul Somad (UAS)

Magfirah, saat ditemui di Rutan Bireuen, mengatakan, ia melahirkan tiga bayi kembarnya di RSUD Zubir Mahmud, Idi, Aceh Timur, pada Rabu (29/8/2018) sekira pukul 15.00 WIB.

Lima hari setelah melahirkan, dirinya dijemput oleh polisi karena dituduh atau diduga tersangkut kasus penipuan atau calo CPNS yang terjadi tahun 2015 lalu. Karena tiga bayi kembarnya masih menyusui, terpaksa membawa ketiganya ke penjara.

“Sejak dijemput oleh polisi di Peureulak, saya sebelumnya ditahan di Penjara Mapolres Bireuen, sejak 16 November 2018 atau 23 hari lalu, saya ditahan di Rutan Bireuen, tiga bayi kembar saya yang kini sudah berumur 3 bulan, terpaksa saya bawa ke penjara karena mereka masih harus saya susui,” kata Magfirah.

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved