CEO Google Jelaskan Tentang Kata Kunci 'Idiot' yang Munculkan Donald Trump di Hasil Mesin Pencari

Sundar Pichai yang bersaksi di depan Komite Kehakiman DPR AS mencoba menjelaskan tentang algoritma pencarian di layanan Google.

CEO Google Jelaskan Tentang Kata Kunci 'Idiot' yang Munculkan Donald Trump di Hasil Mesin Pencari
ladbible.com
CEO Google Sundar Pichai menjawab pertanyaan tentang kata kunci 'Idiot' yang memunculkan gambar Presiden AS Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) memanggil CEO Google, Sundar Pichai dan memberikan pertanyaan terkait kata kunci 'Idiot' yang memunculkan gambar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dikutip Tribunnews.com dari Washington Post pada Kamis (13/12/2018), pertanyaan ini dilontarkan oleh Zoe Lofren, seorang anggota DPR dari partai Demokrat.

Baca: Diduga Rekam dan Sebar Aksi Penangkapan 4 kg Sabu-sabu, 17 Anggota Polisi Dicopot dan Dimutasikan

"Jika kita mencari kata 'idiot' pada pencarian gambar di Google, yang muncul adalah Donald Trump."

 
"Bagaimana itu bisa terjadi? Bagaimana cara kerja pencariannya sehingga ini bisa terjadi?" tanyanya kepada Sundar Pichai di tengah-tengah sidang kongres tentang privasi dan pengumpulan data, Selasa (11/12/2018).

Sundar Pichai yang bersaksi di depan Komite Kehakiman DPR AS mencoba menjelaskan tentang algoritma pencarian di layanan Google.

Baca: Whitney Houston sampai Michael Jackson, 5 Kematian Musisi Dunia yang Masih Jadi Misteri

Pichai menjelaskan Google memperhitungkan 200 faktor seperti relevansi, popularitas, dan bagaimana orang lain menggunakan istilah pencarian untuk menentukan cara terbaik mencocokkan kueri dengan hasil.

Sidang mengungkap pemahaman dasar anggota parlemen tentang cara kerja internet dan menyediakan platforkm bagi mereka untuk mengeluh tentang hasil pencarian yang tidak menguntungkan.

Baca: Sempat Dikira SMAN 1 Banda Aceh Terbakar, Ternyata Kobaran Api Membakar Gubuk dan Becak

Partai Republik di panel ini juga tidak dapat melupakan klaim, beberapa orang di dalam Google tidak dapat secara sembarangan mengubah algoritma pencarian demi keuntungan politik.

Kemudian, anggota DPR lain dari Partai Republik, Lamar Smith mempertanyakan tentang kemungkinan Sundar mengarahkan karyawannya memanipulasi hasil pencarian.

Baca: Daftar Terbaru Orang Terkaya di Indonesia: Total Kekayaan Mereka Naik Rp43 Triliun dalam Setahun

Namun, Pichai pun membantah tuduhan kemungkinan tersebut.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved