Hendak Menjual Kepala Kijang dan Paruh Burung Senilai Seratusan Juta Rupiah, Empat Warga Ditangkap

Harga paruh burung rangkong itu Rp 95.000/gram. Dengan total 1.328 gram yang dimiliki tersangka, nilainya ditaksir mencapai Rp 126.160.000.

Hendak Menjual Kepala Kijang dan Paruh Burung Senilai Seratusan Juta Rupiah, Empat Warga Ditangkap
Serambinews.com
Polres Aceh Tenggara mengamankan kepala kijang dan paruh burung rangkong gading senilai seratusan juta rupiah di Desa Mbarung, Kecamatan Babussalam, Kamis (13/12/2018). Harga paruh burung rangkong ini ditaksir Rp 95.000/gram, dan dari 1.328 gram yang dimiliki tersangka, nilainya mencapai Rp 126.160.000. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS. COM, KUTACANE - Polres Aceh Tenggara, mengamankan kepala hewan jenis kijang dan paruh burung rangkong gading, di Mbarung, Kecamatan Babussalam, Kamis (13/12/2018).

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosaputro SIK MSI, kepada Serambinews.com, Kamis (13/12/2018) mengatakan, pihaknya mengamankan 19 kepala kijang, 16 paruh burung rangkong gading jantan dan betina.

Bagian tubuh satwa dilindungi itu disita dari empat tersangka asal gayo Lues yang hendak menjualnya ke tauke di Aceh Tenggara. Polisi juga menyita satu unit air softgun, tujuh handphone, dan satu power bank dari para tersangka.

Baca: Hasil Seleksi Komisioner KIP Aceh Tenggara Ditolak, Ketua Komisi A DPRK Gugat Ke PTUN

Menurut keterangan tersangka kepada polisi, harga paruh burung rangkong itu Rp 95.000/gram. Sehingga dengan total 1.328 gram yang dimiliki tersangka, nilai 16 paruh burung dilindungi itu ditaksir mencapai Rp 126.160.000.

Kapolres Agara ini mengatakan, paruh burung rangkong dan kepala kijang  (rusa) ini adalah hewan yang dilindungi oleh negara.

Apalagi untuk jenis burung rangkong gading ini, populasinya sangat rendah karena dalam enam bulan sekali, hanya mampu menetaskan satu ekor anak burung.

Baca: VIDEO - BKSDA Aceh Terima Kulit Harimau Sumatera Hasil Perburuan Kawasan Gunung Lauser

Kalau burung rangkong jantan mati, maka betina dan anak burung juga akan mati, karena burung rangkong jantanlah yang mencari biji-bijian selama burung betinanya mengeram.

“Jadi, apabila burung ini diburu, maka populasinya menurun dan terancam punah. Burung rangkong gading dan kijang yang disita ini diduga berasal dari hutan Pinding, Gayo Lues,” katanya.

Menurut AKBP Hardeny, keempat tersangka itu melanggar Undang-Undang Nomor  5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta," ujarnya.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved