Pembangunan Rumah Korban Gempa Pidie Jaya Hampir Deadline, Ada yang Kurang Beres dengan RKB MUQ

Pembangunan rumah korban gempa di sejumlah kecamatan di Pidie Jaya, kini terus dipacu karena batas waktu pengerjaan hanya tersisa dua minggu lagi.

Pembangunan Rumah Korban Gempa Pidie Jaya Hampir Deadline, Ada yang Kurang Beres dengan RKB MUQ
Serambinews.com
Pembangunan Madrasah Ummul Quran (MUQ) Pidie Jaya terus dipacu pembangunannya, kamis (13/12/2018), menjelang berakhirnya masa pengerjaan akhir Desember tahun ini. 

laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Pembangunan rumah korban gempa di sejumlah kecamatan di Pidie Jaya, kini terus dipacu karena batas waktu (deadline) pengerjaan hanya tersisa dua minggu lagi.

Begitu juga dengan pembangunan ruang kelas belajar (RKB),  asrama, serta rumah dewan guru Madrasah Ummul Quran (MUQ) Pidie Jaya di Gampong Rungkom, Kecamatan Trienggadeng.

Namun pembangunan fasilitas pendidikan ini terlihat banyak yang kurang beres. Seperti lesplang pada bagian atapyang menggunakan kayu berkualitas rendah.

Ketua Pembangunan  MUQ pijay, Mustafa, yang dihubungi Serambinews.com Kamis (13/12/2018), membenarkan kayu lesplang untuk RKB, asrama, serta rumah dewan guru berkualitas rendah.

“Benar, mutu kayunya  jelek. Tapi kini sudah diganti dengan yang berkualitas bagus, dan secepatnya dipasang,” kata Mustafa.

Baca: Perkara Korupsi Alkes RSUD Pijay Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh

Sementara, terkait pembangunan rumah bantuan, beberapa warga mengeluhkan lambannya pengerjaan rumah tersebut.

Seorang penyedia bahan bangunan, mengatakan ia sudah berupaya keras hingga ke Medan mencari seng berwarna biru sebagaimana anjuran Pemkab setempat.

“Seng berwarna biru ini sulit didapat. Kalau pun ada jumlahnya tidak mencukupi untuk  seluruh rumah yang ditanganinya. Jika dibolehkan memasang seng warna lain (selain biru), pasti segera kami pasang,” katanya.

Baca: Kobar-GB Sebut Rp 2 Miliar Jerih Guru Honor di Pijay belum Dibayar, Ini Penjelasan Disdik

Sedangkan Kalak BPBD Pijay, HM Nasir, kepada Serambinews.com mengatakan, atap seng tetap harus berwarna biru sesuai petunjuk.

“Bisa saja beli seng warna lain, asal nanti dicat biru, mengikuti spesifikasi yang telah ditentukan,” kata HM Nasir.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved