Sanggar Seni Gayo Pegayon Wakili Indonesia ke Festival Foklore Dunia di Turki

Kesenian Gayo, didong, dan Guel dipentaskan di Festival Foklore Budaya Dunia di Turki, 14-25 Desember 2018.

Sanggar Seni Gayo Pegayon Wakili Indonesia ke Festival Foklore Dunia di Turki
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Sanggar seni Gayo, Pegayon, seusai pertunjukan di Kemenko PMK Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kesenian Gayo, didong, dan Guel  dipentaskan di Festival Foklore Budaya Dunia di Turki, 14-25 Desember 2018.

Festival tahunan itu diikuti 15 negara.

Dari Indonesia diwakili Sanggar Pegayon, Jakarta, sanggar seni Gayo yang selama ini aktif memainkan seni tradisi Gayo.

"Alhamdulillah Sanggar Pegayon dipercaya mewakili Indonesia di Festival Foklore itu. Doakan kami sukses membawa misi budaya ini," kata Ketua Sanggar Pegayon, Fauzul Abadi.

Pegayon menyertakan 14 personil yang akan memainkan sejumlah seni Gayo, seperti didong, Guel, dan musik tradisi Gayo.

Baca: Penyanyi Gayo, Kandar SA Tutup Usia di Jakarta

Baca: Nova Iriansyah dan Shabela Abubakar Apresiasi Sanggar Pegayon Jakarta

Baca: Kepala Puskesmas Blangpegayon Didesak Mundur

Mereka terbang ke Turki melaluj Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Jumat (14/12/2018).

Pegayon merupakan salah satu sanggar seni Gayo yang sangat aktif sejak dua tahun terakhir mempromosikan kesenian Gayo di panggung-panggung seni nasional.

Pernah menjuarai festival musik tradisi di Taman Mini Indonesia Indah.

Tampil di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Convention Center, Balai Pustaka, dan sejumlah tempat seni lainnya.

Sanggar Pegayon diperkuat oleh generasi muda Gayo di Jakarta dan sekitarnya.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved