Tafakur

Hak Memilih

Memilih adalah hak azasi seseorang. Termasuk hak memilih pemimpin rakyat, yang harusnya dimiliki oleh setiap insan

Hak Memilih

Oleh: Jarjani Usman

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin/pelindung jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS. At-Taubah: 23).

Memilih adalah hak azasi seseorang. Termasuk hak memilih pemimpin rakyat, yang harusnya dimiliki oleh setiap insan yang berakal. Bila hak itu tidak diberikan, berarti ada yang salah kaprah dengan tata cara hidup bermasyarakat yang sedang dijalankan.

Apalagi memilih pemimpin menentukan baik buruknya suatu negeri. Bila perbaikan negeri yang diharapkan, maka memilih pemimpin yang baik adalah suatu keniscayaan. Lagipula, agama Islam telah menuntun kita untuk memilih pemimpin yang baik, walaupun bukan berasal dari kalangan sendiri. Bahkan memilih pemimpin yang dikenal tak memiliki kemampuan dan akhlak yang diharapkan adalah suatu larangan dalam ajaran Islam.

Namun, kadangkala kita terlalu memperturutkan hawa nafsu saat memilih pemimpin. Mengabaikan orang yang lebih berhak dipilih adalah contohnya. Bila ini yang terjadi, itu artinya ada upaya untuk mengenyampingkan petunjuk dari ajaran Islam. Hal ini juga menunjukkan bahwa ada yang kontradiktif dengan pilihan kita. Di satu sisi ingin memperbaiki negeri, tetapi di sisi lain memilih orang yang tak mampu membuat perbaikan untuk memimpin negeri.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved