Kecewa dengan Presiden Jokowi, Komunitas Ojek Online Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Sandiaga

Deklarasi dukungan dilakukan di kantor Sekretariat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan

Kecewa dengan Presiden Jokowi, Komunitas Ojek Online Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Sandiaga
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Ketua Tim Pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Djoko Santoso dan pengemudi ojek online di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Komunitas pengemudi ojek online yang tergabung dalam Forum Gabungan Roda 02 mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Deklarasi dukungan dilakukan di kantor Sekretariat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

"Hari ini kami ingin menyatakan dukungan kepada Bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan calon wakil presiden 2019," ujar Juru Bicara Forum Gabungan Roda 02 Zulfikar.

Zulfikar mengungkapkan beberapa alasan yang melatarbelakangi dukungan tersebut.

Saat Harbolnas Menurut dia, komunitas pengemudi ojek online kecewa terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo yang hingga kini belum menerbitkan regulasi untuk melindungi keberadaan pengemudi ojek online.

Padahal, sejak tahun 2016 sejumlah komunitas telah melakukan berbagai upaya agar pemerintah mengeluarkan regulasi tersebut.

Zulfikar mengatakan, dengan tidak adanya regulasi, maka posisi pengemudi ojek online yang disebut sebagai mitra kerja menjadi tidak setara di hadapan aplikator atau perusahaan penyedia aplikasi.

Artinya, pengemudi tidak memiliki posisi tawar yang baik dalam penentuan kebijakan, termasuk soal tarif.

"Makanya ini bukan aksi dadakan ya, bukan hanya euforia deklarasi. Kami berjuang sudah dari 2016. Mulai dari mediasi aplikator, demonstrasi, bertemu anggota DPR, kementerian, sampai JR (judicial review) ke MK," kata Zulfikar.

"Puncak perjuangan itu saat teman-teman duduk satu meja dengan Presiden. Presiden kan punya kekuasaan untuk mengeluarkan produk hukum seperti Perppu atau Keppres. sampai saat ini tidak terjadi," tuturnya.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved