Pemko Larang Jual Mercon dan Terompet

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melarang penjualan terompet, mercon, hingga kembang api menjelang pergantian tahun

Pemko Larang Jual Mercon dan Terompet
AMINULLAH USMAN, Wali Kota Banda Aceh

* Jelang Tahun Baru

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melarang penjualan terompet, mercon, hingga kembang api menjelang pergantian tahun baru masehi. Pelarangan itu tercantum dalam seruan bersama yang ditandatangani oleh unsur Forkopimda Banda Aceh.

Alasannya, karena perayaan malam tahun baru masehi bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Sehingga Forkopimda melarang adanya kegiatan yang bersifat hura-hura. Salah satu upaya menghindari hura-hura dengan melarang adanya terompet, mercon, dan kembang api.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, tahun ini Forkopimda Banda Aceh ingin kembali mengulang malam tahun baru sebelumnya yang tanpa perayaan. Karena semua kegiatan hura-hura, terutama saat malam pergantian tahun bertentangan dengan syariat Islam dan bukan bagian dari budaya Aceh.

“Tahun lalu kita berhasil mengawal malam tahun baru tanpa kembang api, mercon, terompet, dan pesta atau hura-hura. Dan pada malam pergantian tahun baru masehi 1 Januari 2019 nanti kita harus mampu mengulang keberhasilan itu, bahkan harus lebih sukses,” ujar Aminullah.

Menurutnya, umat Islam, khususnya yang ada di Banda Aceh seharusnya merayakan dan membesarkan tahun baru Islam, yaitu 1 Muharram. Pada kesempatan itu, Aminullah juga meminta agar para camat meneruskan seruan bersama itu ke seluruh keuchik dalam wilayahnya agar tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

“Dinas Syariat Islam tolong sosialisasikan seruan ini melalui khatib Shalat Jumat perihal seruan bersama di setiap masjid se-Banda Aceh,” tandasnya.

Seluruh unsur Forkopimda Banda Aceh berkomitmen mendukung pergantian tahun baru di Banda Aceh tanpa perayaan. Sehingga semua kegiatan hura-hura dilarang.

Dalam rapat pembahasan seruan bersama terkait pelarangan perayaan malam tahun baru masehi di Pendapa Wali Kota, Rabu (12/12), ikut hadir Kajari Banda Aceh, Erwin Desman, Ketua Pengadilan Negeri, Suwono, Ketua Mahkamah Syariah, Jasri, dan sejumlah perwakilan unsur Forkopimda lainnya. Hadir pula Sekda Banda Bahagia bersama para Kepala SKPK terkait dan Camat se-Banda Aceh.

Dalam seruannya, unsur Forkopimda mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dalam menegakkan Syariat Islam dengan tidak melakukan pelanggaran. Serta menjaga jati diri sebagai warga Kota Banda Aceh.

Selain itu, warga juga diimbau memperkokoh kesatuan dan persatuan serta kerukunan umat beragama. Hal itu guna memelihara perdamaian, keamanan dan ketertiban di dalam kehidupan masyarakat.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved