Tol Aceh Butuh Dukungan Publik

KETUA DPRA, Tgk Muhammad Sulaiman, mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh untuk mensukseskan

Tol Aceh Butuh Dukungan Publik
IST
LOKASI peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek jalan tol Aceh di Blang Bintang, Aceh Besar.

KETUA DPRA, Tgk Muhammad Sulaiman, mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh untuk mensukseskan proyek jalan tol tersebut. Keseriusan pemerintah pusat untuk menuntaskan pembangunan proyek jalan tol Aceh, harus disambut dengan dukungan penuh dari masyarakat, terutama dalam hal pembebasan lahan.

“Semua mengetahui, sumber dana pembangunan jalan tol ini menggunakan dana talangan dan pinjaman dari bank. Dana pinjaman itu dikenakan bunga dan jika proyek terlambat selesai, maka pemanfaatan bagi publik menjadi molor. Ini akan menjadi beban berat pemerintah,” kata Ketua DPRA.

Pria yang akrab disapa Tgk Ahmad di Tunong ini menjelaskan, pembangunan jalan tol Aceh terbagi dalam empat paket, yaitu paket Banda Aceh-Sigli, Sigli-Lhokseumawe, Lhokseumawe-Langsa, dan Langsa-Langkat. Pembangunan tersebut membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun. Ia yakin, apabila pembebasan lahan berjalan lancar, maka pelaksanaan proyek bisa selesai dalam waktu 8-10 tahun.

“Dari pengelaman yang terjadi di berbagai daerah, salah satu faktor penghambat pelaksanaan proyek jalan tol ini adalah terlambatnya penyelesaian pembebasan tanah,” sebutnya.

Sebagai gambaran, untuk ruas Banda Aceh-Sigli, ia sebutkan, ada sekitar 3.500 persil tanah yang akan dibebaskan. Dari jumlah tersebut, yang dibayarkan baru 107 persil. “Kita harapkan, setelah peletakan batu pertama oleh Presiden, keyakinan masyarakat semakin tinggi dan akan mendorong masyarakut untuk melepaskan tanahnya sesuai harga yang disurvei KJPP,” harap Tgk Ahmad di Tunong.

Proyek jalan tol Aceh ini ia katakan, akan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh, mulai dari arus transportasi barang hingga kunjungan wisatawan. Karena itu pihaknya sekali lagi mengarapkan dukungan masyarakat Aceh. “Dukungan masyarakat Aceh secara menyeluruh sangat diperlukan. Tolong, relakan tanahnya dijadikan ruas jalan tol,” harap dia.

Politisi Partai Aceh ini juga menyampaikan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah bersedia melakukan peletakan batu pertama pelaksanaan proyek jalan tol Aceh. “Kami selaku Ketua DPRA yang baru dan atas nama anggota dewan serta seluruh masyarakat Aceh, mengucapkan terima kasih, semoga pembangunan proyek jalan tol Aceh ini bisa secepatnya dituntaskan,” demikian Tgk Ahmad di Tunong.

Satker PPK pembebasan tanah jalan Tol Aceh, Alvi, menuturkan bahwa peletakan batu pertama (groundbreking) merupakan tanda dimulainya pekerjaan pembangunan jalan tol Aceh, terhitung sejak awal 2019 nanti.

“Peletakan batu pertama oleh Presiden merupakan tanda telah dimulainya pembangunan jalan tol Aceh, dari Banda Aceh hingga batas Langkat, Sumatera Utara,” kata Alvi kepada wartawan, Kamis (13/12).

Program pembangunan jalan tol Banda Aceh-Langkat, ia jelaskan, merupakan bagian dari proyek jalan tol lintas Sumatera. Untuk Aceh, pembangunannya dibagi dalam empat paket, yakni Banda Aceh-Sigli, Sigli-Lhokseumawe, Lhokseumawe-Langsa, dan Langsa-Langkat.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved