Meulaboh-Sinabang Lumpuh Lagi

Cuaca buruk yang terjadi di perairan Meulaboh membuat Kapal Motor Penyerangan (KMP) Teluk Sinabang tidak merapat

Meulaboh-Sinabang Lumpuh Lagi
Serambi/Rizwan
KMP Teluk Sinabang ketika berlabuh di Pelabuhan Samatiga, Aceh Barat beberapa waktu lalu. 

* Cuaca Buruk, Kapal tak Bisa Berlabuh

MEULABOH - Cuaca buruk yang terjadi di perairan Meulaboh membuat Kapal Motor Penyerangan (KMP) Teluk Sinabang tidak merapat ke dermaga Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di Samatiga, Aceh Barat, Jumat (14/12). KMP yang melayani rute Meulaboh-Sinabang, Simeulue itu pun dialihkan berlabuh ke dermaga Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Informasi yang diperoleh Serambi, Jumat (14/12) kemarin, kapal yang berlayar dari Sinabang itu sesuai jadwal akan tiba di Pelabuhan Samatiga, Meulaboh, Jumat kemarin. Namun, KMP Teluk Sinabang itu kemudian dialihkan pelayarannya ke dermaga Labuhan Haji, Aceh Selatan karena cuaca buruk melanda dermaga Pelabuhan Samatiga dan perairan Meulaboh. Dampak tak berlayarnya KMP Teluk Sinabang dari Pelabuhan Samatiga mengakibatkan sejumlah kendaraan tertahan di pelabuhan.

Kepala Angkutan Sungai, Danau, dan Penyerangan (ASDP) Cabang Singkil Perwakilan Meulaboh, Desrizal Marbeth yang ditanyai Serambi, kemarin, menjelaskan, KMP Teluk Sinabang sebenarnya tetap berlayar seperti biasa. Tapi, karena cuaca buruk di perairan Meulaboh membuat rute KMP itu dialihkan ke Labuhan Haji, Aceh Selatan dari Sinabang. “Ini karena cuaca yakni gelombang laut di dermaga Samatiga tinggi serta perairan dan juga cuaca yang buruk,” jelasnya.

Dikatakan dia, pengalihan ke Labuhan Haji itu bersifat sementara, menunggu cuaca kembali membaik. Artinya, bila pada Sabtu (15/12) hari ini, cuaca di Pelabuhan Samatiga kembali normal, maka KMP Teluk Sinabang akan kembali berlayar ke Meulaboh. “Tentu akan dilihat cuaca besok (hari ini-red). Jadwalnya, dalam sepekan, kapal tiba di Meulaboh pada hari Jumat dan Minggu,” terangnya.

Menurut Desrizal, pengalihan kapal atau batal berlabuh ke Meulaboh sudah diinformasikan kepada penumpang dan para sopir yang bertahan di Pelabuhan Samatiga. Malah, ucapnya, sebagian calon penumpang memilih bertolak ke Labuhan Haji, Aceh Selatan untuk menyeberang ke Simeulue. “Mereka yang bertolak dari darat Aceh ke Sinabang sudah menggunakan layanan di Labuhan Haji,” tandasnya.

Butuh Penahan Ombak
Lebih lanjut, Kepala ASDP Perwakilan Meulaboh, Desrizal Marbeth menambahkan, gangguan alun laut di dermaga Pelabuhan Samatiga, Aceh Barat sudah sering terjadi. Kondisi ini membuat kapal dialihkan, karena bila dipaksakan tetap berlabuh di Samatiga maka kapal tidak dapat bersandar dan berbahaya bagi penumpang.

“Bahkan, ada sekitar 3 kali sudah gagal sandar karena alun laut di dermaga Samatiga sampai membuat tali kapal ikut putus,” ungkapnya. “Oleh karena itu, pengalihan harus dilakukan. Harapan kita, cuaca kembali membaik dan bisa kembali bersandar,” imbuh dia.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ulas Desrizal, adalah dengan membangun breakwater atau penahan ombak di sepanjang Pelabuhan Samatiga. Dengan adanya breakwater, gelombang laut yang menerpa dermaga akan pecah sehingga kapal bisa berlabuh dengan aman. “Jadi, kebutuhan yang mendesak di Pelabuhan Samatiga yaitu pembangunan breakwater,” pungkasnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved